Serapan Pupuk Urea Bersubsidi di Jember 99,53%

Realisasi serapan pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, hingga akhir Desember 2018 mencapai 99,53% dari total kuota pupuk yang dialokasikan tahun ini sebesar 94.945 ton.
Newswire | 31 Desember 2018 19:21 WIB
Pupuk urea/ - Antara

Bisnis.com, JEMBER – Realisasi serapan pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, hingga akhir Desember 2018 mencapai 99,53% dari total kuota pupuk yang dialokasikan tahun ini sebesar 94.945 ton.

"Pupuk urea bersubsidi yang sudah terserap di Jember hingga 31 Desember 2018 sebanyak 94.773 ton atau sekitar 99,53 persen dari kuota pupuk urea di Jember," kata Asisten Account Executive PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Nursalim di Jember, Senin (31/12/2018).

Awalnya Kabupaten Jember mendapat alokasi pupuk urea bersubsidi sebanyak 95.878 ton, namun pertengahan tahun ada perubahan alokasi kuota pupuk di Kabupaten Jember menjadi 94.945 ton karena penyerapan pupuk urea di wilayah setempat lebih rendah dari target yang ditentukan.

"Serapan dan distribusi pupuk urea bersubsidi kepada petani sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok tani, sehingga tidak ada kelangkaan pupuk urea di Kabupaten Jember," tuturnya.

Ia mengatakan total stok pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Jember di gudang lini III/produsen sebanyak 10.353 ton dengan rincian tersebar di tiga gudang yakni gudang di Rambipuji sebanyak 4,472 ton, gudang di Bangsalsari sebanyak 3.397 ton, dan Gudang Puskud Langkap sebanyak 2.484 ton.

"Selain itu, PKT juga melakukan pendampingan melalui demonstration plot (Demplot) bagi petani yang tergabung dalam kelompok Tani Makmur di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan melalui penggunaan pupuk urea dan NPK Pelangi dengan pola pemupukan berimbang di atas lahan 1 hektare untuk optimalisasi panen gabah," katanya.

Selama 2018, Kabupaten Jember mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 94.945 ton, pupuk SP36 sebanyak 4.369 ton, ZA sebanyak 41.450 ton, NPK sebanyak 35.380 ton, dan organik sebanyak 13.022 ton.

Sementara Asisten II Pemkab Jember Edy Budi Susilo mengatakan alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember cukup aman untuk memenuhi kebutuhan petani di Kabupaten Jember, sehingga tidak ada gejolak terkait dengan ketersediaan pupuk bersubsidi.

"Kami imbau para petani melakukan pemupukan secara berimbang, sehingga alokasi pupuk yang diberikan pemerintah pusat kepada Jember bisa terserap secara optimal," tuturnya.

Selama 2018, lanjut dia, tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember dan pihaknya melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) terus melakukan koordinasi dan pemantauan terkait dengan ketersediaan pupuk di sejumlah kios dan distributor.

Sumber : Antara

Tag : pupuk
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top