Cake Shop Farah Quinn Patok Penjualan Naik 100% lewat Produk Baru

Cake Shop Farah Quinn Malang mematok penaikan penjualan produk sebesar 100% lewat peluncuran produk baru.
Choirul Anam | 25 November 2018 19:21 WIB
Direktur Operasi Queen Apple dan Queen Story Malang Mohammad Naim menunjukkan produk baru Queen Story yang diluncurkan untuk masyarakat dan wisatawan yang ke Malang di gerai Jl Kawi Atas Malang, Minggu (25/11/2018). Bisnis - Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG—Cake Shop Farah Quinn Malang mematok penaikan penjualan produk sebesar 100% lewat peluncuran produk baru.

Direktur Operasi Queen Apple dan Queen Story Malang Mohammad Naim mengatakan produk pastry Queen Apple dengan bahan baku khas buah-buahan asal Malang, apel, banyak digemari masyarakat, baik wisatawan maupun warga Malang sendiri.

“Produk Queen Apple terjual 10.000 piece setiap bulannya dengan omzet sekitar Rp600 juta,” katanya di Malang, Minggu (25/11/2018).

Melihat potensi Malang dan sekitarnya yang sangat besar sebagai destinasi wisata dan warganya yang suka menikmati cake untuk berbagai keperluan, maka perlu perluasan produk.

Potensi yang dikembang, strudel dan kue lapis dengan mengandalkan rasa pisang. Buah tersebut karena potensi pisang di Kab. Malang dan daerah sekitarnya sangat tinggi. Selain itu, harganya stabil, tidak mengalami volatilitas.

Kelemahan cake shop di Malang saat ini, kata dia, terlalu mengandalkan pasar wisatawan. Padahal, mereka datang hanya pada weekend dan hari libur. Selebihnya, weekday, sepi karena wisatawan yang datang jumlahnya kecil.

Karena itulah, produk pastry mestinya juga harus memperhatikan kebutuhan warga lokal. Syarat bagi produk pastry untuk diterima masyarakat lokal, selain kualitasnya prima, namun dengan harga terjangkau.

“Produk kue lapis dan strudel dengan brand Queen Story, kami produksi dan pasarkan dengan konsep seperti itu,” katanya.

Queen Story dibuat dengan cara oven. Cara pengolahan ini terbukti lebih membuat enak karena kering dan lebih renyah. Queen Story juga menjadi lebih beraroma dibandingkan produk yang di kukus, karena kandungan airnya yang lebih sedikit.

Kandungan air yang lebih sedikit ini juga membuat rasa Queen Story menjadi lebih otentik dan asli. Selain itu proses yang dioven juga lebih berasa daripada hanya sekedar di kukus.

Saat ini, memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar, Queen Story memiliki dua jenis produk dengan berbagai variant rasa, seperti lapis dengan ras strawberry, grape, matcha dan chocolate.  Strudel dengan rasa chocobanana, chococheese, mango, dates, raisins, lime, dan pineapple.

Dengan varian produk, dia menargetkan, penjualan bisa meningkat 100% dengan perluasan pasar menyasar konsumen lokal, selain wisatawan. “Brand Chef  Farah Quinn menjadi keunggulan kompetitif selain kualitas dan harga,” katanya.

Namun, menurut dia, di Cake Shop Farah Quinn sebenarnya tidak hanya produk dari sang chef. Ada 1.800 produk makanan olahan dari 180 UMKM dijual di gerai-gerai di cake shop tersebut. Di Malang, ada 8 gerai Cake Shop Farah Quinn.

Namun produk tersebut harus memenuhi standar kualitas dari sisi rasa maupun kemasannya serta harganya. Karena itulah, pihaknya memberikan kurasi sebelum suatu produk bisa dijual di gerai tersebut.

Seperti produk keripik, kualitasnya dijamin lebih bagus, namun dengan kemasan yang menarik dan harga yang kompetitif dibandingkan produk kompetitor.

“Biasanya kami memberi waktu satu pekan bagi pelaku UMKM yang ingin menjual dagangannya di gerai kami untuk memperbaiki kualitas produk dan kemasannya,” ujarnya.

Tag : kuliner, malang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top