Penambahan Kapasitas Pengolahan Emas BSI Ditarget Rampung 2019

Operator tambang di Tumpang Pitu, Banyuwangi, yaitu PT Bumi Suksesindo (BSI), menargetkan proyek penambahan lapisan oksida 8 juta ton di pabrik pengolahan dan peremukan biji emas bisa rampung pada 2019.
Peni Widarti | 23 November 2018 08:49 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, SURABAYA -- Operator tambang di Tumpang Pitu, Banyuwangi, yaitu PT Bumi Suksesindo (BSI), menargetkan proyek penambahan lapisan oksida 8 juta ton di pabrik pengolahan dan peremukan biji emas bisa rampung pada 2019.

Presiden Direktur BSI Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan ekspansi lapisan oksida sebesar dua kali lipat menjadi 8 juta ton per tahun tersebut perlu dilakukan sejalan dengan target peremukkan bijih, penumpukkan, dan pengolahan emas sebanyak 6,2 juta ton.

"Ekspansi lapisan oksida ini akan rampung pada kuartal I/2019," ujarnya seusai seminar "Mining Industry" di Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Tahun ini, BSI menargetkan produksi emas meningkat menjadi 155.000 ounces (oz)-170.000 oz. Sampai semester I/2018, realisasi produksi emas sebesar 83.713 oz dan perak sebanyak 48.226 oz.

"Sementara itu, tahun lalu merupakan milestone penting bagi kami karena berhasil mencapai produksi perdana emas dan perak dari Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, yakni 142.468 oz emas dan 44.598 oz perak," tutur Adi.

Perseroan mengklaim berhasil mengelola tambang dan memproduksi emas di Tambang Tujuh Bukit secara efisien melalui penggunaan teknologi heap leach (pelindihan) yang sangat memperhatikan aspek lingkungan.

“Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat dan kontrol kinerja yang baik, produksi emas di Tambang Tumpang Pitu sangat efisien," sambungnya.

Adi menambahkan BSI juga telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara aktif dan telah menjangkau sekitar 42.000 warga, khususnya yang berada di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Ada empat fokus program CSR BSI yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pembangunan infrastruktur, termasuk tanggung jawab lingkungan dengan menjalankan program rehabilitasi yang luas lahannya mencapai 21,08 hektare (ha).

Tenaga kerja di tambang, termasuk seluruh karyawan dan kontraktor,berjumlah 1.795 orang yang terdiri atas 99% warga Indonesia dan 1% ekspatriat. Di sisi angkatan kerja, 60% berasal dari Kabupaten Banyuwangi, termasuk sekitar 38% dari Kecamatan Pesanggaran.

"Kami juga telah menerima penghargaan sebagai wajib pajak yang memberikan kontribusi yang besar terhadap penerimaan pajak KPP Pratama Setiabudi Satu Jakarta dan juga mencatatkan rekor bidang penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), yaitu 10 juta jam kerja tanpa cidera yang berakibat hilangnya jam kerja karyawan," jelasnya.

BSI adalah anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk., yang sahamnya dimiliki oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, PT Provident Capital Indonesia, dan Garibaldi Thohir.

 
 
 

Tag : tambang emas, merdeka copper
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top