Telkom Jatim Buka Semua Potensi Akses Satelit Dukung UNBK

Oleh: Newswire 11 April 2018 | 20:56 WIB
Sejumlah pelajar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 2 Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/4). /Antara-Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA—Telkom Regional 5 Jatim membuka semua potensi jaringan yang dimiliki termasuk akses satelit untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer 2018 di 11.861 sekolah tingkat SMA/MA, SMP, dan SMK se-Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara.

Executive Vice President Telkom Regional 5, Suparwiyanto di Surabaya, Rabu (11/4/2018) mengatakan upaya membuka akses itu untuk menjawab kepercayaan masyarakat terkait keberadaan infrastruktur jaringan akses internet handal yang dimiliki Telkom.

"Telkom telah mengerahkan potensi infrastruktur jaringan akses internet handal yang dimiliki. Mulai dari akses satelit, sampai pada jaringan akses fiber optik," kata Suparwiyanto dalam siaran persnya.

Ia mengaku, Telkom terus melakukan pengawalan dan monitoring terkait kelancaran pelaksanaannya di 78 kota/kabupaten se-Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara.

"Kami menyiapkan posko khusus untuk UNBK, dimana jika terjadi gangguan, maka pihak sekolah dapat melakukan pelaporan ke hotline Posko masing-masing daerah," katanya.

Ia mengaku, komitmen ini untuk memberi solusi pada dunia pendidikan dan Telkom tidak ingin setengah-setengah, atau hanya saat UNBK saja.

"Seperti contoh, dari sisi jaringan akses, Telkom telah melakukan support dengan mengerahkan seluruh infrastruktur yang dimiliki. Demikian dengan aplikasi SIAP Online serta PPDB online yang telah dipergunakan oleh dunia pendidikan sebelumnya," tuturnya.

Sedangkan untuk menunjang pembelajaran siswa saat di rumah, kata dia, Telkom telah mempunyai aplikasi Ruang Guru, yang saat ini telah dapat dinikmati oleh pelanggan Indihome yang berlangganan layanan 3P (triple play) yakni telepon, internet kecepatan tinggi, dan TV (UseeTV).

"Ruang guru memberikan solusi belajar di rumah dengan konten yang lengkap, mulai dari SD, SMP, dan SMA, sesuai kurikulum nasional, dan dipandu oleh tenaga pengajar berpengalaman," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya