Bisnis.com, MALANG — Kunjungan Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah dibuka kembali sejak Rabu (2/4/2025).
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan semua pintu, kecuali pintu pendakian Gunung Semeru, telah aktif menerima kunjungan.
TNBTS juga menerapkan jadwal pembukaan pintu untuk menerima kunjungan dari para wisatawan.
"Khusus untuk kunjungan ke Ranu Regulo, seperti biasa dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Sedangkan Pintu Jemplang, Wonokitri, dan Cemoro Lawang dibuka mulai pukul 00.00–17.00 WIB," kata Rudijanta Tjahja Nugraha, Jumat (4/4/2025).
Pada masa libur Idulfitri, dia menegaskan, kuota kunjungan untuk wilayah Bromo ditambah sejumlah 2.000 orang, dengan rincian penambahan 1.000 orang dari pukul 00.01 WIB dan 1.000 orang lainnya mulai pukul 07.00 WIB.
Menurutnya, penambahan kuota dan penjadwalannya dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada lebih banyak pengunjung pada masa liburan dan tetap menjaga kenyamanan serta kelancaran kunjungan.
Baca Juga
Pengelola telah melakukan beberapa perbaikan system online booking dan pemeriksaan tiket di setiap pintu masuk untuk menghadapi lonjakan pengunjung.
Booking system yang baru memungkinkan pengunjung membayar melalui QR code yang disediakan, sehingga memudahkan pembayaran oleh pengunjung dari rekening bank apapun yang dimiliki.
Dia menjelaskan pula, pada hari pertama masa liburan tercatat 3.889 orang memasuki kawasan TNBTS, 80 orang diantaranya merupakan wisatawan mancanegara.
Tidak tercatat adanya kemacetan yang berarti di semua pintu masuk, namun masih ditemukan pengunjung yang belum melakukan pemesanan saat sampai di pintu kedatangan, terutama pintu Cemoro Lawang.
Hal itu membuat sejumlah pengunjung harus menunggu proses pemesanan dan pembayaran di depan pintu.
Pengelola mengimbau kepada calon pengunjung maupun agen perjalanan yang membawa pengunjung agar melakukan pemesanan secara online sebelum masuk kawasan.
Dengan demikian, pengunjung mendapat kepastian kuota serta menghindari potensi kepadatan di pintu masuk.