Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bima Kirim 275 Ton Jagung ke Pulau Jawa

Dalam dua hari terakhir jagung yang dikirim melalui jalur darat ke Blitar-Jawa Timur sebanyak 75 ton dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Petani menjemur jagung./JIBI-Paulus Tandi Bone
Petani menjemur jagung./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MATARAM - Pemerintah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim 275 ton jagung ke pulau Jawa pasca rapat koordinasi serapan jagung antara Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan kalangan wirausaha komoditas jagung di daerah setempat.

"Ini dalam upaya percepatan penyerapan komoditi jagung, pemerintah daerah telah mendorong kerja sama bisnis to bisnis antar para pengusaha yang ditandai dengan pengiriman jagung hasil panen Kecamatan Bolo, Soromandi dan Donggo ke Pulau Jawa melalui jalur darat," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima HM Natsir, melalui keterangan tertulisnya di Mataram, Selasa (14/5/2024).

Ia mengatakan dalam dua hari terakhir jagung yang dikirim melalui jalur darat ke Blitar-Jawa Timur sebanyak 75 ton dengan harga Rp5.000 per kilogram setelah tiba di tempat tujuan.

Selain itu, sebanyak 200 ton jagung dikirim menuju PPN Solo selama tiga minggu dalam kurun akhir April dan awal Mei 2024 dengan kisaran harga terima sampai di Solo Rp5.350 per kilogram.

"Sehingga total pengiriman jagung ke pulau Jawa mencapai 275 ton," katanya.

Ia mengatakan sebanyak 11 koperasi dan asosiasi peternak yang tergabung dalam Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri Blitar Kediri Tulung Agung Trenggalek (BKTNT) telah bermitra dengan para petani dalam pembelian komoditi jagung.

Untuk memastikan penyerapan jagung tersebut sesuai target, Dinas Ketahanan Pangan, OPD terkait bersama-sama dengan Badan Pangan Nasional membantu memfasilitasi antara off taker dengan produsen jagung dalam rangka penyerapan jagung di Kabupaten Bima.

"Termasuk solusi kelancaran distribusi melalui jalur darat untuk mengantisipasi jalur laut kesulitan pengiriman jagung melalui jalur laut disebabkan banyaknya antrean," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler