Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Jatim (BJTM) Beri Penghargaan Pemkab Ngawi

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) memberi penghargaan Pemkab Ngawi atas implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Penyerahaan penghargaan Bank Jatim kepada Pemkab Ngawi atas implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)./Ist
Penyerahaan penghargaan Bank Jatim kepada Pemkab Ngawi atas implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)./Ist

Bisnis.com, SURABAYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) memberi penghargaan Pemkab Ngawi atas implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Direktur IT & Digital Bank Jatim Zulhelfi menjelaskan Pemkab Ngawi mencapai skor 100% dalam implementasi ETPD. ETPD adalah suatu upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi nontunai berbasis digital.

"Saat ini perkembangan teknologi sudah sangat pesat dan terus berkembang cepat. Melihat hal tersebut, Bank Jatim dituntut mau tidak mau harus dapat mengikuti kemajuan teknologi di bidang perbankan guna memenuhi kebutuhan pelayanan bagi masyarakat, desa, dan pemerintah kabupaten,” katanya dalam rilis, Senin (4/3/2024).

Seremoni penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Jumat (1/3/2024) di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, ditandai dengan penyerahan piagam Direktur IT & Digital Bank Jatim Zulhelfi Abidin kepada Sekretaris Daerah Pemkab Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto disaksikan Komisaris Independen Bank Jatim Muhammad Mas'ud.

Zulhelfi menjelaskan untuk mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota Provinsi Jawa Timur BJTM telah menyiapkan 160 PIC dedicated. Perseroan di setiap kabupaten dan kota telah disediakan 2 PIC dari Kantor Cabang, 1 PIC dari Digital Banking, dan 1 PIC dari IT Support.

"Semua itu kami lakukan karena kami menilai dengan adanya ETPD ini dapat menguatkan sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Jadi harus terus didorong oleh berbagai pihak," ujarnya.

Adapun capaian Pemkab Ngawi didukung beberapa formula penilaian. Pertama aspek implementasi Pemkab Ngawi mendapat prosentase sebanyak 70%. Aspek ini berisikan kemampuan dalam menyediakan layanan transaksi belanja dan pendapatan daerah melalui berbagai kanal pembayaran.

Kedua, aspek realisasi sebesar 10%. Aspek tersebut mencakup kapasitas dan kapabilitas dalam pemanfaatan kanal pembayaran yang tersedia terhadap capaian nominal jumlah pajak dan retribusi. Terakhir, aspek lingkungan strategis yang mengantongi prosentase sebesar 20%. Aspek itu meliputi infrastruktur sistem informasi, telekomunikasi, dan awareness penunjang layanan ETPD.

Zulhelfi menilai sebenarnya ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai ETPD Index 100%. Contohnya, melakukan integrasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) – Belanja Daerah. Sampai saat ini, 18 dari 39 Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Jawa Timur telah melakukan integrasi SIPD.

"Pada tahun 2024 ditargetkan ada 33 pemda yang melakukan integrasi SIPD," terangnya.

Selain itu, juga gencar melaksanakan integrasi Siskeudes Link – Belanja Desa. Adapun Siskeudes Link adalah aplikasi desa untuk transaksi keuangan non tunai atas belanja desa yang terintegrasi dengan Kemendagri. Banyak manfaat yang bisa didapat dari penerapan Siskeudes Link. Seperti lebih aman karena tidak perlu lagi membawa uang tunai, tertib pajak karena dapat mengurangi kebocoran pembayaran pajak di desa, memudahkan transaksi keuangan hingga wilayah pelosok desa, efisiensi waktu, serta transaksi dan administrasi lebih tertata rapi dan dapat terekam dengan baik.

"Kami juga saat ini sedang masif mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang dapat digunakan oleh Pemda untuk belanja daerah. Sampai saat ini, sudah ada 18 Pemda yang telah menggunakan KKI bankjatim co-branding. Kemudian, untuk KKI Bank Jatim sendiri masih dalam proses dan akan segera dirilis,” imbuh Zulhelfi.

Tahun 2024, Bank Jatim juga telah memiliki beberapa rencana untuk lebih meningkatkan ETPD di Jawa Timur. Bank Jatim menargetkan ekosistem transaksi digital menjangkau pasar, mall, rumah sakit, transportasi, Pendidikan, hotel, olahraga, dan masih banyak lagi.

"Potensinya sangat besar, terutama di Kabupaten Ngawi ini. Bayangkan saja ada 20 pasar dengan 6.425 pedagang di Ngawi, kemudian total ASN juga mencapai 10.275 orang. Dari jumlah ASN itu saja, sebesar 49,69 persen belum menjadi debitur EKMG Bank Jatim. Maka dari itu kami cukup optimis di tahun 2024 ini progress ETPD di Jawa Timur akan semakin meningkat pesat,” paparnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Miftahul Ulum
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Rilis
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper