UMM Tawarkan Kelas Social Media for Branding

Lewat CoE ini mahasiswa mendapatkan keunggulan materi training yang lebih intens, praktik simulasi, hingga magang di tempat kerja yang sesungguhnya.
Rektor UMM, Prof Syamsul Arifin (tengah) bersama Dekan FISIP, Prof Muslimin Machmud, (kiri) dan Ketua Prodi Komunikasi UMM, Nasrullah, usai melepas 40 peserta internship kelas SMB ke 17 instansi mitra Komunikasi UMM pekan lalu./Istimewa
Rektor UMM, Prof Syamsul Arifin (tengah) bersama Dekan FISIP, Prof Muslimin Machmud, (kiri) dan Ketua Prodi Komunikasi UMM, Nasrullah, usai melepas 40 peserta internship kelas SMB ke 17 instansi mitra Komunikasi UMM pekan lalu./Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menawarkan kelas social media for branding (SMB) bagian dari Center of Excellence (CoE) School of Creative Communication (SCD) Prodi Ilmu Komunikasi untuk memberikan bekal bagi mahasiswa yang kelak ingin berkarir di bidang digital communication. 

Ketua Prodi Komunikasi UMM, Nasrullah, mengatakan pada tahun ke-2 penyelenggaraan kelas SMB semakin baik dan makin diminati. Pelaksanaan tahun lalu maupun sekarang sama-sama harus ditempuh dua semester, satu semester dalam bentuk training dengan kurikulum khusus yang dirancang bersama prodi dan mitra dunia usaha dunia industri (DUDI), dan  berikutnya ditempuh internship di perusahaan mitra. 

Lewat CoE ini mahasiswa mendapatkan keunggulan materi training yang lebih intens, praktik simulasi, hingga magang di tempat kerja yang sesungguhnya,” katanya, Senin (29/1/2024).

Pada kelas SMB, kata dia, mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan terkait pemanfaatan dan pengelolaan media sosial sebagai sarana branding. Materi ini meliputi strategi pemanfaatan fitur, key opinion leader (KOL), optimasi konten, hingga implementasi dalam berbagai platform media sosial sesuai dengan kebutuhan.

Person in Charge (PIC) CoE SCDC, Widiya Yutanti, mengatakan kelas SMB diperuntukkan mahasiswa semester lima dan dibuka untuk prodi lain di UMM. Mode perkuliahan dilakukan secara hybrid dan blended.  Tahun ini instruktur yang dilibatkan dari praktisi DUDI antara lain dari PT Sosialoka Indonesia, Cover Clearance, Archipela Groove dan CMLabs, serta dosen Komunikasi UMM.

“Pertemuan kelas bisa dua sampai lima kali dalam seminggu, sehingga mencapai lebih kurang 84 kali pertemuan. Sedangkan internship selama empat bulan sesuai semester sehingga ini ekuivalen dengan 20 SKS tiap semester,” kata Widiya yang juga kepala Lab Komunikasi UMM ini. 

CEO PT Sosialoka Indonesia, Miftah Farid, menilai program CoE UMM ini sangat baik untuk mendekatkan calon lulusan pada dunia kerja. Tidak hanya materi di kelas, simulasi dan praktik di tempat kerja melalui magang juga sangat diperlukan untuk melatih keterampilan dan mental. 

“Pengetahuan, skill dan mental itu dapat diperoleh ketika internship,” ungkapnya.

Nasrullah optimis CoE Komunikasi UMM dapat memberikan pembekalan lebih kuat lagi bagi mahasiswa. Selain yang menempuh kuliah reguler, kuliah khusus di kelas CoE ini merupakan pilihan yang sangat tepat bagi yang telah memiliki kekhususan pilihan kerja di bidang digital communication.

“Penciri komunikasi UMM sekarang kan creative digital communication, jadi program khusus ini sekaligus menjadi pembeda dengan prodi-prodi Komunikasi di kampus lain,” tambahnya.

Menurut dia, kandungan praktis dari CoE ini lebih kental. Hal ini tetap dijamin dengan kekuatan materi konseptual dan manajerial agar standar lulusan S1 tetap terpenuhi sesuai SKKNI level 6. 

“Pada level ini, skill praktis dan konseptual harus seimbang. Lulusan kami harus profesional, yang berbeda dengan vokasional,” tegasnya.

Rektor UMM, Prof Syamsul Arifin, mengapresiasi cara Komunikasi UMM merancang kelas CoE-nya. Pihaknya percaya yang dilakukan oleh Komunikasi telah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk tidak meninggalkan aspek filosofis pendidikan tinggi level sarjana.

 “Go a head Komunikasi. Insya Allah lulusannya mahir dan profesional. Ini adalah cara tepat untuk mahasiswa dalam menemukan masa depan yang otentik,” ujarnya.

Dekan FISIP, Prof Muslimin Machmud, menilai di antara lima Prodi di FISIP, Komunikasi merupakan contoh yang baik sebagai pelaksana CoE yang mengintegrasikan teori dan praktik dan menggandeng mitra industri secara tepat. (K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper