Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Platform Fintech Gandeng Tangan Bidik Penyaluran Kredit UMKM di Jatim Rp55 Miliar

Platform financial technology (fintech) Peer to Peer Lending (P2P Lending) Gandeng Tangan tahun ini menargetkan penyaluran kredit bagi UMKM di Jawa Timur.
Pegawai mencari informasi tentang pinjaman online atau pinjol di salah satu perkantoran, Jakarta, Senin (14/8/2023)./Bisnis-Himawan L Nugraha.
Pegawai mencari informasi tentang pinjaman online atau pinjol di salah satu perkantoran, Jakarta, Senin (14/8/2023)./Bisnis-Himawan L Nugraha.

Bisnis.com, SURABAYA — Platform financial technology (fintech) Peer to Peer Lending (P2P Lending) Gandeng Tangan tahun ini menargetkan penyaluran kredit bagi UMKM di Jawa Timur mencapai Rp55 miliar.

CEO GandengTangan, Jezzie Setiawan mengatakan perusahaan optimistis bisa mencapai target tersebut karena potensi pertumbuhan UMKM di Jatim cukup agresif.

“Di sepanjang 2023, GandengTangan telah membukukan performa positif di wilayah Jatim dengan total penyaluran dana mencapai lebih dari Rp40 miliar atau meningkat sebesar 400% dari tahun sebelumnya,” katanya, Jumat (12/1/2024).

Angka tersebut, lanjutnya, menjadi penyaluran terbesar dari seluruh provinsi cakupan GandengTangan, yakni mencapai 20,7%. Pembiayaan ini telah disalurkan kepada lebih dari 11.000 pengusaha mikro yang tersebar dari Surabaya, Jember, Kediri, Mojokerto, Ponorogo, hingga Blitar. Pengusaha mikro didominasi sektor perdagangan besar dan eceran serta jasa perorangan yang melayani rumah tangga.

Jezzie menambahkan, GandengTangan konsisten memperluas kemitraan dengan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di berbagai daerah, salah satunya dengan BPR Prima Kredit Utama dan BPR Bank Jombang di Jatim guna memaksimalkan pendanaan produktif bagi UMKM dari berbagai sektor. 

Menurutnya, dengan jangkauan hyperlocal, BPR telah menjadi mitra strategis para UMKM untuk semakin berkembang. 

Direktur Utama BPR Bank Jombang, Afandi Nugroho mengatakan pertumbuhan UMKM di Jombang terus mengalami peningkatan sekitar 42,13% yang didominasi sektor perdagangan.

“Sebagai pengelola dana desa, BPR Jombang berkomitmen terus memberi kemudahan layanan bagi pelaku usaha, termasuk dalam hal edukasi menggunakan platform digital. Saya melihat industri P2P Lending telah menunjukkan peran yang besar di masyarakat dalam membantu pertumbuhan usahanya,” katanya.

Afandi menambahkan, BPR Jombang sendiri telah berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp750 miliar, salah satunya melalui P2P lending. Menurutnya, platform GandengTangan juga mampu menjaga kualitas kredit debitur atau NPL, salah satunya melalui asuransi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper