Produksi Garam Jatim Bakal Mencapai 900.000 Ton Tahun Ini

Petambak Jawa Timur menyebut kinerja produksi garam Jatim pada tahun ini akan mencapai sekitar 850.000 - 900.000 ton.
Petambak garam sedang bekerja di ladang garam yang berada sekitar Gelora Bung Tomo (GBT) kawasan Benowo, Pakal, Surabaya, Selasa (7/11/2023)./Bisnis - Peni Widarti
Petambak garam sedang bekerja di ladang garam yang berada sekitar Gelora Bung Tomo (GBT) kawasan Benowo, Pakal, Surabaya, Selasa (7/11/2023)./Bisnis - Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Jawa Timur menyebut kinerja produksi garam Jatim pada tahun ini akan mencapai sekitar 850.000 - 900.000 ton atau setara dengan produktivitas rata-rata 90 ton - 100 ton/ha.

Ketua HMPG Jatim, M. Hasan mengatakan, produksi tahun ini awalnya diproyeksikan hanya akan mencapai 750.000 ton. Namun karena cuaca yang sangat pendukung produktivitas lahan tambak garam di Jatim, maka produksi diperkirakan akan lebih tinggi menjadi sekitar 900.000 ton.

“Dibandingkan produksi tahun lalu, produksi tahun ini juga termasuk lebih tinggi karena cuaca yang lebih bagus dan ada kemarau panjang. Meskipun saat ini beberapa daerah sudah mulai hujan deras,” katanya, Rabu (8/11/2023).

Pada 2022, kata Hasan, produksi garam dari Jatim hanya mampu mencapai 450.000 ton. Dalam kondisi cuaca normal, biasanya Jatim bisa memproduksi sekitar 1 juta ton garam. Jumlah tersebut telah menyumbang sekitar 60% produksi garam nasional.

Meski produksi garam dari Jatim tahun ini meningkat, tetapi harga jual garam di tingkat petani masih tergolong cukup bagus dan termasuk berada pada range harga normal antara Rp1.500 - Rp1.700/kg.

“Memang harga tahun ini sedikit turun dari tahun lalu, karena tahun kemarin, musim kemaraunya pendek sehingga memicu produktivitas yang rendah dan harganya menjadi tinggi,” ujarnya.

Harga tersebut, juga masih berada di atas biaya produksi atau HPP petambak garam sehingga para petambak masih mendapatkan keuntungan. Namun begitu, lanjut Hasan, HMPG Jatim masih akan terus berjuang untuk mendorong pemerintah agar menetapkan HPP garam petambak yang diusulkan sebesar Rp1.500 - Rp2.000/kg.

Kementerian Perindustrian mencatat, kebutuhan garam nasional saat ini sekitar 4,9 juta ton/tahun. Sebanyak 90,9% atau sekitar 4,5 juta ton di antaranya merupakan kebutuhan untuk industri dan manufaktur. Sementara, produksi garam nasional dalam 10 tahun terakhir hanya mampu mencapai 2,9 juta ton/tahun.

Garam industri biasanya digunakan untuk industri aneka pangan, alkali, farmasi, dan water treatment, penyamak kulit, sabun, pertambangan, hingga pengolahan ikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper