Kinerja Industri Penunjang Hulu Migas, Pengadaan 2022 Capai US$6,1 Miliar

Kinerja industri hulu migas nasional dinilai telah berhasil mendongkrak industri penunjang hulu migas salah satunya seperti industri galangan kapal.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto sedang mengunjungi booth pameran Forum Kapasitas Nasional III 2023 wilayah Jabanusa di Surabaya Senin (22/5/2023)./Antara-SKK Migas.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto sedang mengunjungi booth pameran Forum Kapasitas Nasional III 2023 wilayah Jabanusa di Surabaya Senin (22/5/2023)./Antara-SKK Migas.

Bisnis.com, SURABAYA - Kinerja industri hulu migas nasional dinilai telah berhasil mendongkrak industri penunjang hulu migas salah satunya seperti industri galangan kapal.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, sepanjang 2022 terdapat nilai pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional sebesar US$6,1 miliar, dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai US$3,7 miliar atau setara 64,75 persen. Capaian ini berada di atas target TKDN yang ditetapkan yakni 57 persen. 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan setelah mengadakan Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) selama 2 tahun berturut-turut sejak 2021, terjadi peningkatan kinerja industri penunjang hulu migas dari skala daerah ke nasional, bahkan internasional. 

Dampak positif Forum Kapnas bisa dilihat dari sejumlah capaian, antara lain masuknya 64 pabrikan lokal dalam Program Penilaian dan Pembinaan Bersama Hulu Migas 2021 dan 2022, yang diakui oleh Kementerian ESDM dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sebagai pabrikan berstandar nasional dan internasional, dan beberapa di antaranya bahkan telah mendapatkan kontrak dari luar negeri.

“Perusahaan galangan kapal PT Orela Shipyard di Gresik, misalnya, menerima pesanan kapal dari Petronas Indonesia dan perusahaan pelayaran Malaysia, NKA Energy Ventures Sdn Bhd. Ada juga PT Citra Tubindo sebagai pabrikan OCTG di Batam, yang memasok produk ke industri migas berskala international,” kata Dwi Soetjipto dikutip dalam rilis, Senin (22/5/2023).

Dalam Forum Kapnas wilayah Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabanusa) yang digelar di Surabaya pada 22 Mei 2023, Dwi Soetjipto juga menyebutkan bahwa ada kerja sama antara PT Fajar Benua Indopack dan industri migas di Arab Saudi untuk memproduksi rotating produk gasket dan flexible joint

Selain itu, lanjutnya, ada PT Teknologi Rekaya Katup sebagai pionir produsen katup (valve) lokal sukses mengekspor produknya ke perusahaan EPC di Singapura. Perusahaan ini juga terdaftar sebagai pemasok di beberapa perusahaan migas luar negeri, seperti ADNOC dan Petronas.  

“Capaian ini menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak hanya menyediakan energi dan menghasilkan penerimaan negara, tetapi juga menjalankan salah satu fungsi strategisnya, yaitu menciptakan multiplier effect bagi sektor lainnya,” imbuhnya.

Adapun Forum Kapnas sendiri digelar untuk menampilkan industri binaan hulu migas, sekaligus meningkatkan awareness seluruh KKKS agar memaksimalkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri dan diharapkan menjadi wadah komunikasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha hulu migas dan perusahaan jasa pendukung nasional maupun lokal. 

Forum Kapnas III 2023 wilayah Jabanusa diikuti oleh 13 operator migas (KKKS) dan 30 perusahaan lokal dan dalam negeri, serta 17 UMKM. Event ini juga diisi dengan sesi pelatihan singkat dan coaching clinic sebagai upaya meningkatkan kapasitas UMKM, dengan narasumber dari PT Sucofindo dan Tokopedia.

VP Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas sekaligus Ketua Forum Kapnas Erwin Suryadi menambahkan, nilai pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional pada 2022 merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Capaian tersebut diharapkan bisa terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“SKK Migas berkepentingan mengembangkan industri hulu migas untuk mendukung visi produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di 2030. Komitmen ini tidak berhenti sekadar memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga mempromosikan kemampuan industri lokal, termasuk kelompok usaha kecil dan menengah sebagai penunjang hulu migas,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper