Songsong Pemilu 2024, Rektor UMM: Politik Muhammadiyah Inklusif

Muhammadiyah disarankan untuk bersikap inklusif menyongsong Pemilu 2024 agar bisa diterima khalayak luas.
Songsong Pemilu 2024, Rektor UMM: Politik Muhammadiyah Inklusif / Istimewa
Songsong Pemilu 2024, Rektor UMM: Politik Muhammadiyah Inklusif / Istimewa

Bisnis.com, MALANG - Muhammadiyah disarankan untuk bersikap inklusif menyongsong Pemilu 2024 agar bisa diterima khalayak luas.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan mengatakan bahwa Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah perlu menggunakan paradigma yang berbeda agar para kader nantinya bisa diterima dari khalayak manapun.

“Seperti halnya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang telah banyak melakukan kerja sama dengan banyak pihak,” ujarnya, Senin (22/5/2023).

Dia mencontohkan, UMM bekerja sama dengan beberapa  pemerintah daerah untuk membantu dan berkontribusi langsung di daerah terkait dengan memberikan masukan di banyak aspek dan sektor. Terbaru, UMM telah berkolaborasi dengan Pemkab Tabanan mengenai Subak di Bali.

Oleh karena itu, dia menegaskan,  inklusivitas atau cara pandang terbuka harus menjadi nafas dari LKHP. Apalagi jika akhir yang diinginkan lembaga ini adalah hikmah. 

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah M. Busyro Muqoddas menegaskan Muhammadiyah tidak anti-partai politik karena dalam sejarah tidak ada ideologi yang mempertentangkan keduanya. Hubungan Muhammadiyah dan politik jelas termaktub dalam matan dan cita-cita Muhammadiyah

“Sebagai organisasi, Muhammadiyah tidak lepas dari intensitas habluminallah dan habluminannas. Pun dengan kegiatan politik terutama pada bidang politik kreatif, maka kita harus lebih hikmah. Kata hikmah di sini merupakan perpaduan antara kepekaan qolbun salim dan kepekaan akal waras atau akal budi,” ungkapnya pada  Busyro pada konsolidasi Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) se-Pulau Jawa di Malang, beberapa waktu lalu.

Meskipun bukan partai politik, sambungnya, Muhammadiyah memiliki tradisi demokrasi yang baik. Pun dengan proses demokratisasi. 

“Sebagai salah satu unsur chief strategy officer [CSO], Muhammadiyah tetap akan memasang posisi menjaga jarak. Apalagi melihat politik praktis seperti sekarang. Muhammadiyah akan tetap konsisten untuk memperkuat jati dirinya, menebar kebermanfaatan pada masyarakat karena hal itu adalah amanat Allah dan amanat muktamirin,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, LHKP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim juga meluncurkan platform Maklumat.id. Laman ini merupakan media online yang menjadi corong umat, khususnya yang berkaitan dengan politik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Choirul Anam
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper