Penjualan Properti Ciputra Segmen Atas di Surabaya Mulai Kencang

Ciputra Development menyebut tren pasar properti landed house segmen atas dengan harga Rp4 miliar - Rp5 miliar di Surabaya mulai bergeliat.
Associate Director Ciputra, Hendra Lauw (paling kanan) saat acara pemilihan unit rumah proyek klaster Pelican Hill Citraland Utara Surabaya, Sabtu (4/3/2023)./Bisnis-Syaharuddin Umngelo
Associate Director Ciputra, Hendra Lauw (paling kanan) saat acara pemilihan unit rumah proyek klaster Pelican Hill Citraland Utara Surabaya, Sabtu (4/3/2023)./Bisnis-Syaharuddin Umngelo

Bisnis.com, SURABAYA - PT Ciputra Development Tbk menyebut tren pasar properti landed house segmen atas dengan harga Rp4 miliar - Rp5 miliar di Surabaya mulai berlari kencang di kuartal pertama tahun ini.

Associate Director Ciputra, Hendra Lauw mengatakan properti kelas atas yang sebelumnya sempat slowdown tampaknya sudah mulai bergeliat. Pada proyek Ciputra di Citraland Utara Surabaya bahkan sudah terjual habis untuk hunian segmen atas dengan harga Rp4 miliar - Rp5 miliar.

“Dari proyek baru kami di Citraland Utara klaster Pelican Hill ditawarkan sebanyak 120 unit, yang sebanyak 35 persen merupakan rumah segmen atas. Hingga saat ini sudah terjual 116 unit. Nah dari yang terjual ini, hunian seharga Rp4 miliar - Rp5 miliar justru paling cepat laku, padahal kita juga menyediakan hunian dengan harga mulai Rp1,8 miliar,” katanya akhir pekan kemarin.

Dia mengatakan situasi permintaan hunian kelas atas ini yang meningkat ini menunjukkan bahwa industri properti telah menunjukkan sinyal pertumbuhan positif tahun ini.

“Selain hunian kelas atas lebih kencang, sinyal pertumbuhan properti yang positif juga ditunjukkan dari tren penjualan di awal tahun. Biasanya pada kuartal I itu penjualan masih rendah, tetapi di tahun ini, kuartal I, penjualan kita sudah mencapai 20 persen dari target setahun,” jelasnya.

Menurutnya, lanjut Hendra, saat ini masyarakat juga sudah tidak lagi terpengaruh isu resesi dunia sehingga cukup percaya diri untuk membeli properti.

“Kalau melihat ke belakang, pada kuartal IV/2022, kinerja penjualan agak sedikir melabat karena ada prediksi resesi dan ancaman ekonomi global, tetapi ternyata tren penjualan di awal tahun cukup bagus,” imbuhnya

Hendra menambahkan, hampir 80 persen dari penjualan Ciputra menggunakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), termasuk untuk hunian di segmen atas. Hal tersebut diperkirakan karena suku bunga bank yang ditawarkan masih cukup rendah untuk saat ini. “Momen suku bunga untuk saat ini memang masih bagus, walaupun ke depan kita enggak tahu,” imbuhnya.

Meski begitu, tambahnya, Hendra tetap optimistis bisa mencapai target-target penjualan, termasuk akan ada 4 -5 proyek baru yang akan diluncurkan tahun ini sesuai dengan rencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper