Pinjaman P2P Lending Naik 84,62 Persen, Ini Langkah OJK Jatim

Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur akan mendorong peningkatan literasi keuangan seiring tingginya pertumbuhan dana dan pinjaman melalui fintech.
Ilustrasi fintech. /Freepik
Ilustrasi fintech. /Freepik

Bisnis.com, SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur akan terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat seiring dengan tingginya pertumbuhan dana dan pinjaman melalui layanan financial technology (fintech) yang mencapai 84,62 persen (yoy) pada Desember 2022.

Kepala OJK Regional 4 Jatim, Bambang Mukti Riyadi mengatakan pemanfaatan fincteh di Indonesia saat ini semakin meningkat pesat seiring dengan merambahnya digitalisasi di berbagai lapisan masyarakat.

“Fintech termasuk pinjaman online (pinjol) di dalamnya dengan karakteristik suku bunga tinggi dan pemanfaatnya yang juga tinggi, perlu ada kesadaran dari masyarakat. Sebab dengan karakteristik tadi akan memberatkan jika penggunaannya kurang tepat,” ujarnya, Senin (27/2/2023).

Menurutnya, sektor jasa keuangan memang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dari waktu ke waktu, tetapi bukan berarti dinamika yang ada terabaikan. 

“Kita punya tantangan baru penerapan digitalisasi, jadi sangat butuh tingkat literasi yang lebh tinggi,” imbuhnya.

OJK pun memprediksi kinerja fintech tahun ini akan tumbuh sekitar 11 persen - 15 persen sejalan dengan semakin luasnya jangkauan layanan dari berbagai skema dan aplikasi.

“Ke depan tidak terpisahkan lagi bahwa akan ada model kerja sama yang fleksible seperti perusahaan fintech dengan perbankan, atau dengan PNM bahkan dengan pegadaian untuk memperluas daya jangkau masyarakat, terutama di beberapa kelompok masyarakat seperti pesantren bahkan daerah 3T,” ujarnya.

Adapun OJK mencatat kinerja fintech Peer to Peer Lending (P2P Lending) pada selama kuartal IV/2022 terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Pada Desember 2022 saja tercatat akumulasi dana dari lender sebesar Rp13,6 triliun atau tumbuh 57,58 persen (yoy) dan pinjaman borrower Rp64,4 triliun tumbuh 84,62 (yoy).

Sedangkan akumulasi transaksi pada Desember 2022, dari lender Rp2,1 miliar tumbuh 17,27 persen (yoy) dan borrower Rp74,36 miliar tumbuh 39,54 persen. Outstanding pinjaman pada Desember 2022 tercatat sebesar Rp6,1 triliun naik 69,56 persen.

Selanjutnya, akumulasi jumlah rekening P2P lending pada Desember 2022 tercatat sebanyak 106.230 lender, dan sebanyak 9.342 borrower.

Sementara, Indeks literasi keuangan nasional pada 2022 tercatat 49,68 persen, dan di Jatim sebesar 55,32 persen. Tingkat literasi keuangan tersebut terus meningkat dibandingkan 2019 di Jatim hanya 48,95 persen dan nasional 38,03 persen. 

Indeks inklusi keuangan nasional pada 2022 tercatat 85,10 persen dan di Jatim 92,99 persen. Indeks tersebut meningkat dibandingkan kondisi 2019 yakni di Jatim 87,96 persen dan nasional 76,19 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper