Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ratusan Penumpang Tertahan di Pelabuhan Kalianget

Jumlah calon penumpang kapal yang tertahan saat ini 175 orang, bertambah lima orang dari sebelumnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Januari 2023  |  10:24 WIB
Ratusan Penumpang Tertahan di Pelabuhan Kalianget
Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengunjungi penampungan calon penumpang kapal menuju Kepulauan Sumenep, Rabu (4/1/2023) yang tertahan di Pelabuhan Kalianget akibat cuaca buruk. - Antara/Kominfo Sumenep.
Bagikan

Bisnis.com, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan opsi pemulangan ratusan penumpang kapal yang tertahan di Pelabuhan Kalianget karena kapal tidak bisa berlayar akibat cuaca buruk.

"Kami saat ini masih terus berkoordinasi dengan para pihak terkait tentang kemungkinan adanya kapal penumpang yang beroperasi," kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (4/1/2023).

Bupati Fauzi datang ke terminal penumpang Dermaga III Pelabuhan Kalianget untuk menemui para calon penumpang kapal yang tertahan akibat penundaan pemberangkatan ke sejumlah pulau di Sumenep, akibat cuaca buruk.

Data terbaru Dinas Sosial Pemkab Sumenep menyebutkan jumlah calon penumpang kapal yang tertahan saat ini 175 orang, bertambah lima orang dari sebelumnya.

Perinciannya, 131 calon penumpang kapal saat ini ditampung di Pelabuhan Kalianget dan 44 orang lainnya di Aula Kecamatan Kalianget.

Dari 175 orang tersebut, calon penumpang dengan tujuan Kecamatan (Pulau) Masalembo 27 orang, Sapeken 19 orang, Kangean 127 orang dan calon penumpang dengan tujuan Kecamatan (Pulau) Raas dua orang.

"Jadi, mereka ini dengan tujuan yang berbeda," ujar dia.

Ia menjelaskan ada beberapa opsi yang bisa dilakukan Pemkab Sumenep agar calon penumpang asal Kepulauan Sumenep itu bisa segera pulang, di antaranya kalau ada kapal penumpang yang beroperasi dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Masalembo, opsi yang hendak dilakukan Pemkab Sumenep menyiapkan bantuan transportasi darat ke Surabaya.

"Namun, itu akan dilakukan jika memang ada kapal penumpang yang beroperasi ke Masalembo, dan yang perlu diperhatikan juga bahwa pemberangkatan kapal penumpang itu tergantung kondisi cuaca laut dan otoritas kesyahbandaran dan pelabuhan," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap, cuaca segera kondusif agar para calon penumpang kapal asal Kepulauan Sumenep tersebut bisa segera pulang.

Opsi lain yang juga menjadi pemikiran pemkab dengan sistem urai, yakni jika ada kapal berangkat menuju Masalembo, maka setelah sampai lokasi tujuan, penumpang lain dengan tujuan berbeda akan diangkut dengan kapal warga yang difasilitasi oleh Pemkab Sumenep.

"Tapi, sekali lagi, ini bisa dilakukan apabila situasi sudah dinyatakan kondusif dan cuaca laut tidak berbahaya bagi pelayaran," katanya.

Saat berkunjung ke tempat penampungan calon penumpang kapal itu, Bupati Achmad Fauzi juga memberikan arahan tentang penyebab sebenarnya kapal menuju Kepulauan Sumenep tidak berlayar.

"Mohon dipahami, kapal bukan tidak mau berlayar, akan tetapi yang menjadi kendala karena saat ini cuaca sedang tidak bersahabat bagi pelayaran. Jika Syahbandar memaksakan diri untuk berlayar, khawatir terjadi hal-hal tidak diinginkan," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta para calon penumpang bersabar sambil berdoa agar cuaca segera normal, sehingga mereka bisa segera kembali ke kampung halamannya.

Selama tinggal di lokasi penampungan, para calon penumpang kapal yang hendak menuju Kepulauan Sumenep ini mendapatkan jatah bantuan makanan tiga kali sehari dari Dinas Sosial Pemkab Sumenep, serta pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis dari dokter kesehatan Polres Sumenep dan Dinas Kesehatan Pemkab Sumenep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

feri penyeberangan sumenep cuaca buruk

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top