Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penjualan Honda WR-V di Jatim Dipatok 250 Unit/Bulan

Honda optimistis pasar otomotif di Jatim tahun depan masih akan tumbuh dengan bagus di tengah tantangan pelemahan ekonomi global.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 30 November 2022  |  22:41 WIB
Penjualan Honda WR-V di Jatim Dipatok 250 Unit/Bulan
Dari kiri - kanan, Marketing & After Sales Service Director HSC Wendy Miharja, Marketing and After Sales Service Manager HSC William Saputra dan Chief of Sales HSC Bonifasius Taufik saat memperkenalkan mobil Honda WR-V di Surabaya, Rabu (30/11/2022). - Bisnis / Syaharuddin Umngelo
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA — Honda Surabaya Center (HSC), diler mobil Honda di Jawa Timur, Bali dan Nusra memproyeksikan penjualan mobil Honda WR-V bisa mencapai 250 unit/bulan sehingga dapat berkontribusi terhadap total penjualan sebesar 13 - 14 persen.

Marketing and After Sales Service Director HSC, Wendy Miharja mengatakan kehadiran Honda WR-V di Jatim ini akan menambah pilihan baru bagi konsumen terutama peminat small SUV dengan harga di bawah Honda BR-V yakni dipatok sekitar Rp276,1 juta - Rp314,1 juta untuk WR-V, sedangkan BR-V sekitar Rp312 jutaan - Rp364 jutaan.

“Honda kini masuk ke segmen small SUV karena beberapa tahun terakhir ini ada tren pertumbuhan pasar small SUV secara total brand sebesar 50,48 persen (yoy). Ini seiring dengan meningkatnya pembangunan jalan tol sampai jalan pedesaan,” katanya dalam launching Honda WR-V di Surabaya, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, tingginya pertumbuhan pasar mobil small SUV ini salah satunya disebabkan oleh situasi dan pola hidup masyarakat yang berubah akibat pandemi Covid-19. Kini masyarakat banyak yang melakukan kegiatan liburan ke alam pedesaan sehingga butuh mobil compact dan dapat diandalkan di segala medan.

“Nah tentu WR-V sebagai small SUV sangat cocok digunakan untuk gaya hidup masyarakat yang seperti ini,” katanya.

Wendy mengatakan sejak launching di Jakarta, WR-V di Jatim sendiri sudah terima inden sebanyak 102 unit. Diharapkan kehadiran WR-V ini juga dapat memacu target penjualan HSC secara total hingga akhir tahun ini yakni sebanyak 15.717 unit. 

“Sampai Oktober penjualan kita sudah mencapai 12.087 unit, dan pada November ini saja kami yakin tercapai target 100 persen sebanyak 1.752 unit, sehingga tinggal mengejar penjualan selama Desember,” imbuhnya.

Dia menambahkan, secara prosentase sendiri penjualan WR-V ini nantinya akan sedikit menggeser kontribusi dari mobil segmen LCGC maupun hatchback lain yang dimiliki Honda.

“Di LCGC kami masih punya Brio yang kontribusinya terbesar, meskipun tahun ini mengalami kendala suplai, dan di pasar LCGC menurun, tetapi bukan berarti kita melepas pasar LCGC setelah ada WR-V karena ini lebih untuk menambah pilihan konsumen,” imbuhnya.

Wendy pun optimistis pasar otomotif di Jatim tahun depan masih akan tumbuh dengan bagus di tengah tantangan pelemahan ekonomi global. Gaikindo sendiri memproyeksikan pertumbuhan penjualan mobil 2023 sebesar 10 persen, sedangkan HSC justru memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 33 persen atau bisa menjual sebanyak 21.000 unit.

“Kami optimistis dengan target itu karena didukung situasi ekonomi dan politik kita yang cenderung stabil tahun ini dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik 5,7 persen, ditambah dengan adanya rencana beberapa produk/varian baru tahun depan,” imbuh Wendy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

honda honda prospect motor
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top