Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Realisasi KUR di Lingkup KPPN Malang Tembus Rp6,66 triliun

Pertumbuhan terbesar realisasi KUR, yakni Kota Batu sebesar 40,25 persen. Kabupaten Pasuruan tumbuh sebesar 36,59 persen, Kota Malang 35,73 persen.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 28 November 2022  |  09:04 WIB
Realisasi KUR di Lingkup KPPN Malang Tembus Rp6,66 triliun
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR). - Antara/R. Rekotomo
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di lingkup KPPN Malang tembus Rp6,66 triliun atau tumbuh 31,97 persen secara tahunan pada posisi Oktober 2022.

Kepala KPPN Malang, Rintok Juhirman, mengatakan realisasi KUR sebesar itu mengindikasikan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 terus berlanjut dan mengalami pertumbuhan yang signifikan di Kabupaten/Kota lingkup KPPN Malang yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.

“Realisasi KUR pada Oktober 2021 mencapai Rp5,05 triliun,” katanya, Jumat (25/11/2022).

Pertumbuhan terbesar realisasi KUR, yakni Kota Batu sebesar 40,25 persen. Kabupaten Pasuruan tumbuh sebesar 36,59 persen, Kota Malang 35,73 persen. Kota Pasuruan sebesar 34,80 persen, dan Kabupaten Malang sebesar 28,39 persen.

Bila dilihat dari sisi total nominal realisasi KUR, menurut dia, Kabupaten Malang merupakan yang terbesar realisasi KUR bila dibandingkan dengan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, yakni Rp3,69 triliun atau 6,83 persen dari total realisasi KUR di Provinsi Jawa Timur sebesar Rp53,99 triliun.

Dari sisi jumlah debitur yang mengakses KUR, Kabupaten Malang juga merupakan yang terbesar sampai dengan Oktober 2022 (yoy) bila dibandingkan dengan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, yakni sebanyak 76.226 orang atau 5,82 persen dari total debitur sebanyak 1.310.317 orang di Provinsi Jawa Timur.

Dari sisi sektor ekonomi, menurut dia, tiga penyumbang terbesar penyaluran KUR yakni perdagangan besar dan eceran sebesar Rp2,64 triliun atau 39,68 persen; pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp2,40 triliun atau 36,02 persen; dan industri pengolahan sebesar Rp0,69 triliun atau 10,30 persen dari total sebesar Rp6,66 triliun.

Dia berharap kepada pelaku UMKM dapat terus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi saat ini dengan terus melakukan berbagai macam terobosan dan inovasi terbaik, baik dari sisi produk maupun digitalisasi dalam pemasarannya agar mampu berkembang dalam kegiatan usahanya di berbagai sektor ekonomi. Peningkatan produksi itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang murah bagi UMKM, yaitu dengan bunga 6 persen per tahun karena mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur kredit usaha rakyat malang jatim KPPN
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top