Realisasi KUR di Lingkup KPPN Malang Tembus Rp6,66 triliun

Pertumbuhan terbesar realisasi KUR, yakni Kota Batu sebesar 40,25 persen. Kabupaten Pasuruan tumbuh sebesar 36,59 persen, Kota Malang 35,73 persen.
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR)./Antara-R. Rekotomo
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR)./Antara-R. Rekotomo

Bisnis.com, MALANG — Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di lingkup KPPN Malang tembus Rp6,66 triliun atau tumbuh 31,97 persen secara tahunan pada posisi Oktober 2022.

Kepala KPPN Malang, Rintok Juhirman, mengatakan realisasi KUR sebesar itu mengindikasikan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 terus berlanjut dan mengalami pertumbuhan yang signifikan di Kabupaten/Kota lingkup KPPN Malang yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.

“Realisasi KUR pada Oktober 2021 mencapai Rp5,05 triliun,” katanya, Jumat (25/11/2022).

Pertumbuhan terbesar realisasi KUR, yakni Kota Batu sebesar 40,25 persen. Kabupaten Pasuruan tumbuh sebesar 36,59 persen, Kota Malang 35,73 persen. Kota Pasuruan sebesar 34,80 persen, dan Kabupaten Malang sebesar 28,39 persen.

Bila dilihat dari sisi total nominal realisasi KUR, menurut dia, Kabupaten Malang merupakan yang terbesar realisasi KUR bila dibandingkan dengan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, yakni Rp3,69 triliun atau 6,83 persen dari total realisasi KUR di Provinsi Jawa Timur sebesar Rp53,99 triliun.

Dari sisi jumlah debitur yang mengakses KUR, Kabupaten Malang juga merupakan yang terbesar sampai dengan Oktober 2022 (yoy) bila dibandingkan dengan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, yakni sebanyak 76.226 orang atau 5,82 persen dari total debitur sebanyak 1.310.317 orang di Provinsi Jawa Timur.

Dari sisi sektor ekonomi, menurut dia, tiga penyumbang terbesar penyaluran KUR yakni perdagangan besar dan eceran sebesar Rp2,64 triliun atau 39,68 persen; pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp2,40 triliun atau 36,02 persen; dan industri pengolahan sebesar Rp0,69 triliun atau 10,30 persen dari total sebesar Rp6,66 triliun.

Dia berharap kepada pelaku UMKM dapat terus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi saat ini dengan terus melakukan berbagai macam terobosan dan inovasi terbaik, baik dari sisi produk maupun digitalisasi dalam pemasarannya agar mampu berkembang dalam kegiatan usahanya di berbagai sektor ekonomi. Peningkatan produksi itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang murah bagi UMKM, yaitu dengan bunga 6 persen per tahun karena mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper