Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semen Indonesia Catatkan Laba Rp1,65 Triliun per September

SIG mampu mencatatkan kinerja yang positif di sepanjang Januari - September 2022 yakni memperoleh pendapatan sebesar Rp25,28 triliun.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 November 2022  |  18:20 WIB
Semen Indonesia Catatkan Laba Rp1,65 Triliun per September
Pemanfaatan solar panel untuk operasional di Pabrik Rembang. - Dok. SIG
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG hingga September 2022 berhasil mencatatkan kinerja laba sebesar Rp1,65 triliun atau mengalami kenaikan 18,9 persen (yoy).

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan di tengah berbagai tantangan persaingan industri dan kenaikan harga bahan bakar dan energi, SIG masih mampu mencatatkan kinerja yang positif di sepanjang Januari - September 2022 yakni memperoleh pendapatan sebesar Rp25,28 triliun.

“Dengan beban pokok pendapatan Rp17,94 triliun, dan EBITDA Rp5,73 triliun, SIG pun berhasil mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yakni Rp1,65 persen atau naik 18,9 persen,” jelasnya dalam rilis, Selasa (1/11/2022).

Dia mengatakan perseroan saat ini sangat fokus pada strategi pengelolaan topline melalui pendekatan multibrand untuk mengoptimalkan marjin profitabilitas dengan pangsa pasar yang dominan.

“SIG secara berkelanjutan juga melakukan pengendalian biaya untuk mencapai operational excellence melalui optimalisasi produksi dan jaringan distribusi, serta penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai target dekarbonisasi melalui penurunan clinker factor dan peningkatan thermal substitition rate (TSR),” jelasnya.

Hingga September 2022, SIG berhasil menekan emisi karbon hingga 591 kg CO2/ton semen atau turun sebesar 2,1 persen (setara 13 kg CO2/ton semen) yang dikontribusikan dari penurunan clinker factor sebesar 1 persen menjadi 69,1 persen, dan peningkatan TSR sebesar 1,6 persen menjadi 7,1 persen. 

Komitmen SIG pada upaya dekarbonisasi juga tercermin dalam sustainability framework yang menjadi acuan dukungan pendanaan untuk implementasi berbagai inisiatif keberlanjutan perusahaan. 

“SIG membuktikan resiliensi tak hanya dari capaian bisnis, tetapi juga operasional berkelanjutan yang menjadi daya saing perusahaan,” imbuhnya.

Adapun pada rangakaian SOE International Conference yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN, SIG bersama 7 BUMN yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), Perum Perhutani, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero), PT Perkabunan Nusantara III (Persero) dan Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani Letter of Intent tentang Proyek Pilot Perdagangan Karbon pada Voluntary Carbon Market Kementerian BUMN (VCM BUMN). 

Penandatanganan tersebut bertujuan untuk mendukung pembentukan kapabilitas dan proyek pilot perdagangan karbon di lingkungan BUMN dengan memperhatikan aspek-aspek teknis, keekonomian, regulasi serta ketentuan lainnya yang berlaku.

Vita menambahkan, dari segi bisnis produk, SIG juga fokus pada pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang berbeda-beda.

“Selain memiliki lima merek semen yang mendominasi pasar ritel di masing-masing wilayah yaitu Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, serta Semen Andalas, SIG juga memiliki produk teruji untuk mendukung kebutuhan pembangunan proyek besar dan infrastruktur seperti konstruksi jalan, konstruksi penghasil energi, konstruksi pelabuhan dan konstruksi gedung,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri semen
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top