Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Transportasi Picu Inflasi Jatim 1,41 Persen pada September

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga secara umum, yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  15:38 WIB
Sektor Transportasi Picu Inflasi Jatim 1,41 Persen pada September
Calon penumpang membawa barang bawaannya di Terminal Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/4/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis kinerja inflasi di Jatim pada September tercatat sebesar 1,41 persen secara bulan ke bulan atau terhadap Agustus 2022.

Secara tahun kalender atau sejak Januari - September 2022, Jatim telah mengalami inflasi sebesar 5,51 persen, dan secara tahunan pada September 2022 terhadap September 2021 telah mengalami inflasi sebesar 6,80 persen.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan dari 8 kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya sebesar 1,52 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,87 persen.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga secara umum, yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Dari 11 kelompok pengeluaran, 9 kelompok mengalami inflasi, 1 kelompok mengalami deflasi dan 1 kelompok lainnya tidak mengalami perubahan,” jelasnya dalam paparan Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (3/10/2022).

Dia menjelaskan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok transportasi sebesar 9,38 persen, diikuti penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,17 persen, perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,62 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,61 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,36 persen.

“Hampir seluruh kelompok mengalami perubahan harga, kecuali kelompok pendidikan,” imbuhnya.

Adapun sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di antaranya adalah bensin dengan perubahan harga yang naik 24,73 persen, disusul solar 26,03 persen, beras 0,99 persen, rokok kretek filter 2,07 persen, angkutan antar kota 15,53 persen, bakso siap santap 2,28 persen, tarif kendaraan roda 4 online 6,83 persen, tarif kendaraan roda 2 online 5,91 persen, ayam goreng 2,21 persen dan sabun mandi 3,61 persen.

Sementara sejumlah unit yang menjadi peyumbang deflasi di antaranya bawang merah mengalami penurunan harga -17,28 persen, tomat -31,46 persen, daging ayam ras -98 persen, cabai merah -14,37 persen, emas perhiasan -2,07 persen, minyak goreng -2,59 persen, angkutan udara -1,14 persen, tisu -5,47 persen, telur ayam ras -1,31 persen dan cat tembok -2,56 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top