Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Jatim Capai US$2,02 Miliar, Permintaan Pasar di 5 Negara Meningkat

Golongan barang yang mengalami peningkatan permintaan ekspor di antaranya adalah perhiasan/permata, pupuk, berbagai produk kimia, tembaga, kertas dan karton.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 27 September 2022  |  18:32 WIB
Ekspor Jatim Capai US$2,02 Miliar, Permintaan Pasar di 5 Negara Meningkat
Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS). - Antara/Zabur Karuru.
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Kinerja ekspor non migas Jawa Timur pada Agustus 2022 tercatat mencapai US$2,02 miliar atau meningkat 4,78% dibandigkan Juli 2022 yang hanya US$1,93 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan peningkatan ekspor tersebut terdorong oleh peningkatan permintaan pasar di 5 negara tujuan ekspor selama ini.

“Peningkatan permintaan barang dari Jatim ini terjadi di China, Jepang, India, Amerika Serikat dan Turki. Sedangkan negara tujuan ekspor yang mengalami penurunan yakni Singapura, Italia, Taiwan, Malaysia, dan Belanda,” katanya, Selasa (27/9/2022).

Dia mengatakan berdasarkan komoditas atau golongan barang yang meningkat permintaan ekspor di antaranya adalah perhiasan/permata, pupuk, berbagai produk kimia, tembaga, kertas dan karton.

“Sedangkan golongan barang yang turun permintannya adalah mesin dan peralatan mekanis, kakao dan olahannya, barang dari besi dan baja, gula dan kembang gula, lemak dan minyak hewani/nabati,” jelasnya.

Dadang menambahkan, kinerja ekspor nonmigas pada Agustus tahun ini juga meningkat 4,73 persen jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu.

Berdasarkan jenis usaha, ekspor Jatim di sektor pertanian tercatat mencapai US$90,09 juta atau naik 21,99 persen (mtm) dan naik 22,98 persen (yoy). Sedangkan industri pengolahan mencapai US$1,91 miliar atau naik 4,19 persen (mtm) atau naik 4,04 persen (yoy).

“Khusus sektor pertambangan dan lainnya pada Agustus ini tercatat mencapai US$8,16 juta atau turun -14,79 persen (mtm) dan -3,74 persen (yoy),” imbuhnya.

Adapun pangsa pasar ekspor Jatim di sepanjang Januari - Agustus 2022 ini didominasi oleh AS 16,91 persen, Jepang 15,25 persen, China 13,73 persen dan disusul Malaysia, Vietnam, India, Korea Selatan, Thailand, Belanda dan Australia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, M. Ali Affandi mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menggenjot kinerja ekspor karena peluangnya besar, terutama untuk produk furnitur.

“Permintaan ekspor produk furniture ke sejumlah negara semakin meningkat pasca pandemi Covid-19. Ini menjadi peluang bagi kita untuk memacu ekspor furnitur Jatim,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top