Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Padat Karya MBR Surabaya, Perajin Paving Raup Omzet Rp7 Juta/Bulan

Ditargetkan terbentuk kelompok usaha padat karya MBR pembuatan paving di wilayah lain di Surabaya seperti Kenjeran, Sukolilo, Pakal dan Gunungsari.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 23 September 2022  |  13:48 WIB
Program Padat Karya MBR Surabaya, Perajin Paving Raup Omzet Rp7 Juta/Bulan
Peserta padat karya MBR Surabaya mengikuti pelatihan pembuatan batu paving. - Dok. Pemkot Surabaya
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA — Program padat karya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya diklaim telah berhasil meraih omzet jutaan rupiah salah satunya dari padat karya pembuat batu paving dengan omset Rp6 juta - Rp7 juta/bulan/orang.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita menjelaskan di wilayah Kecamatan Tambaksari, terdapat dua kelompok usaha padat karya pembuatan paving yang telah terbentuk. Produksi paving kedua kelompok ini telah berjalan pasca dua bulan sebelumnya mendapatkan pelatihan dari Pemkot Surabaya.

"MBR ini kita beri pelatihan terkait dengan produksi paving, dan sudah terbentuk dua kelompok usaha bersama di Kecamatan Tambaksari. Sudah kita lakukan bantuan legalitas juga terkait dengan Nomor Induk Berusahanya (NIB)," Katanya dikutip dalam rilis, Kamis (22/9/2022).

Dia mengatakan, selain memberikan bantuan legalitas, pemkot juga membantu memfasilitasi kelompok usaha padat karya paving agar mendapat bantuan permodalan dari BPR Surya Artha Utama. Setiap kelompok yang terdiri dari enam orang itu mendapatkan bantuan permodalan Rp15 juta untuk usaha produksi paving.

“Modal yang berasal dari BPR Surya Artha Utama ini digunakan oleh kelompok padat karya untuk membeli bahan pembuatan paving. Lalu, untuk alat disediakan oleh Pemkot Surabaya hasil Corporate Social Responsibility (CSR), dan tempat produksinya adalah lahan aset Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Adi menambahkan, sejak dimulai pada Juli 2022, produksi paving peserta MBR padat karya ini telah menunjukkan hasil yang signifikan yakni per September 2022, omzet salah satu kelompok padat karya paving di Tambaksari, per orangnya tembus Rp6-7 juta.

"Secara analisa ekonomi, pendapatan dari padat karya paving itu bisa mencapai UMK. Tapi dalam kapasitas ini bisa ditingkatkan lagi bergantung dari kinerja masing-masing kelompok sebenarnya,” ujarnya.

Adapun dalam jangka pendek, hasil produksi paving kelompok padat karya ini dibeli oleh Pemkot Surabaya untuk membangun jalan-jalan di Surabaya yang lebarnya di bawah 2 meter.

“Namun untuk ke depannya diharapkan bisa menjadi barometer pilot project untuk pakai dana kelurahan. Sehingga masing-masing kecamatan nanti bisa order (paving) di kecamatan itu sendiri," imbuhnya.

Adi menambahkan, pola program padat karya MBR ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi warga agar tetap berputar di lingkup masing-masing kecamatan. 

“Selain di Kecamatan Tambaksari, kami menargetkan sampai akhir tahun ini akan terbentuk kelompok usaha padat karya pembuatan paving di wilayah lain. seperti Kenjeran, Sukolilo, Pakal dan Gunungsari,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya umkm pemberdayaan ukm
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top