Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Foto-foto Semarak Kembang Jepun Pacu Optimisme

Semoga wisata ini terus bergerak dan terus berkembang untuk UMKM-nya Kota Surabaya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 September 2022  |  11:16 WIB
Foto-foto Semarak Kembang Jepun Pacu Optimisme
Warga berpose dengan Barongsai di kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/9/2022). Pemkot Surabaya membuka kembali destinasi wisata di kawasan pecinan itu sebagai upaya untuk memulihkan perekonomian warga. - Antara/Didik Suhartono.
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Warga Tionghoa mengaku bangga dihidupkannya kembali kawasan pecinan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepung Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai Sabtu (10/9) malam, karena menggeliatkan ekonomi di sekitar lokasi mengingat separuh dari stan yang ada adalah UMKM dari warga sekitar.

"Saya mewakili masyarakat Tionghoa khususnya Tionghoa di Surabaya mengucapkan terima kasih kepada Pak Eri (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi) yang telah menghidupkan lagi kawasan pecinan yang bersejarah ini," kata perwakilan warga Tionghoa Josiah Michael di Surabaya, Minggu (11/9/2022).

Menurut dia, pembukaan Kya-Kya ini merupakan langkah yang baik, menambah destinasi wisata baik sejarah, budaya maupun kuliner.

"Bagi saya ini luar biasa sampai ada seorang wali kota yang begitu peduli akan kawasan pecinan," kata Josiah yang juga anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.

Apalagi, lanjut dia, pengunjung berbaur dari semua etnis yang ada di Surabaya, tentu ini sangat membanggakan dan semakin memantapkan Surabaya sebagai kota yang prural.

Warga menyaksikan pesta kembang api di kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/9/2022)./Antara-Didik Suhartono.

Meski demikian, lanjut dia, ada beberapa catatan atau evaluasi yang perlu diperhatikan Pemkot Surabaya di antaranya fasilitas berupa toilet dan tong sampah yang masih minim di Kya-Kya.

Selain itu, kata dia, perlu ditambahi juga mengenai aspek sejarah perjuangan masyarakat Tionghoa Surabaya ketika bersama-sama warga Surabaya lain ketika melawan sekutu pada peristiwa 10 November 1945.

Dimana saat itu, kata dia, laskar Tionghoa bernama TKR CungKing ikut berjuang melawan tentara sekutu yang diboncengi Belanda. Sekitar 1.000 orang Tionghoa meninggal dan lebih dari 5.000 lainnya luka-luka.

"Saya kira tidak semua orang Surabaya paham akan hal ini. Itulah sebabnya perlu diangkat agar kita semakin memiliki rasa senasib dan sepenanggungan. Bentuknya bisa berupa diorama," kata dia.

Legislator PSI ini berharap bukan hanya kawasan pecinan, tetapi kawasan kampung Ampel juga perlu segera digarap dan disinergikan sehingga semakin memperlihatkan wajah Kota Surabaya yang sebenarnya.

Warga mengantre membeli makanan di kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/9/2022)./Antara-Didik Suhartono.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap, Kya-Kya tidak hanya jadi tempat yang dibuka lalu setelah itu selesai. "Tapi saya yakin seperti Tunjungan Romansa dan Susur Sungai Kalimas yang terus menjadi ikon Surabaya," kata Eri.

Eri mengatakan, Kya-Kya menjadi bukti bahwa di Surabaya budaya Arek masih sangat terjaga, yakni budaya yang saling menghormati dan saling menjaga antarbudaya, agama, suku dan ras apapun yang ada di Surabaya.

"Semoga wisata ini terus bergerak dan terus berkembang untuk UMKM-nya Kota Surabaya, sehingga bisa menggerakkan ekonomi di Kota Surabaya," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata surabaya jatim kota tua

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top