Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT Smelting & TSI Optimalkan Rekayasa Genetika Sapi Bali dan Banteng Jawa

Keberhasilan pemuliabiakan sapi Bali dengan mengawinkan Banteng Jawa ini diharapkan menjadi terobosan genetika masa depan untuk peningkatan kualitas sapi Bali
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 September 2022  |  21:52 WIB
PT Smelting & TSI Optimalkan Rekayasa Genetika Sapi Bali dan Banteng Jawa
Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, Irjuniawan P. Radjamin (kanan) dan Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang (kiri) di sela-sela kunjungan ke fasilitas kandang sapi Bali di Taman Safari Indonesia II, Pasuruan, Kamis (8/9 - 2022). Bisnis / Syaharuddin Umngelo
Bagikan

Bisnis.com, PASURUAN - PT Smelting berkolaborasi dengan Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen Jatim dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam optimalisasi program konservasi Banteng Jawa (Bos Javanicus) untuk revitalisasi genetik sapi Bali.

Diketahui, populasi Banteng Jawa ini terkonsentrasi di Taman Nasional (TN) Ujungkulon, TN Meru Betiri, TN Baluran, dan TN Alas Purwo. Beberapa faktor yang telah mengakibatkan turunnya populasi Banteng Jawa yakni ketersediaan air, perubahan habitat, perburuan liar dan predator alami.

Direktur TSI, Jansen Manansang mengatakan kerja sama konservasi Banteng Jawa itu telah diwujudkan dalam penandatanganan kerja sama dalam kegiatan riset reproduksi Banteng Jawa.

“Setelah penanandatangan ini nantinya akan dibangun pusat penelitian terpadu Banteng Jawa yang menitik beratkan pada optimalisasi program konservasi serta revitalisasi/pemuliabiakan genetik sapi Bali,” jelasnya seusai penandatanganan kerja sama, Kamis (8/9/2022).

Dia menjelaskan, kegiatan pemuliabiakan sapi Bali dilaksanakan di TSI II Jatim di awali dengan pembuatan kandang dan padock. Selanjutnya akan didatangkan 10 ekor sapi Bali betina asli dari Bali.

“Lalu kami akan menempatkan seekor banteng jantan dewasa hasil penangkaran TSI II ke dalam kandang pemuliabiakan sapi Bali. Nantinya proses perkawinan dilakukan secara inseminasi buatan,” jelasnya.

Jansen menambahkan, selanjutnya anakan sapi Bali dan Banteng Jawa tersbeut akan dilakukan penelitian lebih intensif untuk mengetahui pertambahan berat dan ukuran tubuh sampai lepas sapih, berat sapih, pengambilan darah untuk uji DNA, daya cerna, kualitas semen dan lainnya.

Selain itu, akan dilakukan koleksi semen Banteng jantan yang akan disimpan dalam bentuk straw beku, sehingga bisa disimpan dalam jangka panjang. Sehingga pemanfaatan semen Banteng beku bisa digunakan untuk kegiatan genetik Banteng Jawa dan revitalisasi genetik sapi Bali ke depannya

“Keberhasilan pemuliabiakan sapi Bali dengan mengawinkan Banteng Jawa ini diharapkan menjadi terobosan genetika masa depan untuk peningkatan kualitas sapi Bali,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, PT Smelting juga melakukan penandatanganan kerja sama denan Koperasi Artha Harmoni Bangsa dalam rangka pengembangan peternakan sapi Bali untuk kegiatan  di Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) warga binan BNPT.

KTN sendiri merupakan program pendekatan dan pemberdayaan berbasis edu, eco, dan tourism yang diperuntukan bagi mitra deradikalisasi dan penyintas korban terorisme dan masyarakat umum. Program ini tersebar di 5 Provinsi salah satunya Turen Malang.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, Irjuniawan P. Radjamin menambahkan, hasil revitalisasi tersebut akan digunakan sebagai CSR PT Smelting untuk pengembangan peternakan sapi Bali di KTN.

“Pengembangan program inseminasi buatan Banteng Jawa ini diharapkan dapat menghasilkan bibit sapi Bali unggul yang nantinya akan diserahkan kepada para peternak mantan narapidana tindak pidana teroris di KTN Turen - Malang dan para peternak lainya,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi bali kawasan konservasi rekayasa genetika
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top