Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Konstruksi Tahun Ini Diyakini Bakal Tumbuh 5 - 6 Persen

Proyeksi pertumbuhan kinerja tahun ini tidak lepas dari mulai bergulirnya kembali proyek pembangunan baik dari proyek pemerintah maupun swasta.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  16:32 WIB
Kinerja Konstruksi Tahun Ini Diyakini Bakal Tumbuh 5 - 6 Persen
Ilustrasi proyek konstruksi. - Kementerian PUPR
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Kalangan pengusaha konstruksi di Jawa Timur meyakini kinerja sektor konstruksi tahun ini bisa mencapai pertumbuhan antara 5 - 6 persen dibandingkan kondisi tahun lalu.

Ketua Asosiasi Proyek Konstruksi Indonesia (Aproki) Aslakhul Umam mengatakan proyeksi pertumbuhan kinerja tahun ini tidak lepas dari mulai bergulirnya kembali proyek pembangunan baik dari proyek pemerintah maupun swasta.

“Dari sektor pemerintah, proyek yang mulai banyak dikerjakan adalah pembangunan renovasi rumah sakit dan laboratorium, bahkan sejak pandemi yang paling eksis di sektor konstruksi adalah dari proyek pemerintah. Sedangkan dari swasta, yang mulai bergerak proyek residensial,” ujarnya, Kamis (18/8/2022).

Dia mengatakan dengan mulai kembali bergeraknya roda perekonomian di Indonesia, Aproki meyakini proyek-proyek yang sempat terhenti akibat pandemi akan kembali berjalan di kuartal IV.

“Total nilai konstruksi nasional hingga saat ini masih berkisar antara Rp450 triliun - Rp470 triliun. Untuk itu dengan potensi-potensi itu, kami optimistis sektor konstruksi akan tumbuh 5 - 6 persen,” ujarnya.

Umam mengatakan, selain kegiatan ekonomi yang sudah berjalan normal, terdapat instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar belanja pemerintah baik di pusat maupun daerah agar lebih banyak menggunakan produk dalam negeri.

“Instruksi yang seperti ini memang sudah kami tunggu-tunggu karena ini akan sangat menolong pelaku industri konstruksi, dan kami mau bekerja sama dengan pemerintah serta ingin mengadakan audiensi dengan Dinas PU dan Cipta Karya,” katanya.

Umam menambahkan, di tengah laju pertumbuhan tersebut masih ada sejumlah hambatan yang dihadapi pelaku konstruksi untuk tancap gas misalnya seperti soal Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai pengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kami akan terus menyampaikan ke pemerintah agar persyaratan untuk berusaha ini tidak dipersulit. Kami juga akan berencana mengadakan business gathering yang melibatkan semua pihak mulai dari perusahaan building material, kontraktor, sub kontraktor, developer dan konsultan arsitek,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top