Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Pupuk Program Makmur Petrokimia Gresik Sudah Mencapai 57.820 Ha

Program Makmur di Kediri ini diklaim telah berhasil meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Sebelumnya produktivitas tanaman tebu di desa tersebut rerata 116,5 ton/ha, dan kini berhasil meningkat menjadi 159,7 ton/ha.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 02 Juli 2022  |  02:19 WIB
Realisasi Pupuk Program Makmur Petrokimia Gresik Sudah Mencapai 57.820 Ha
Panen tebu dari hasil Program Makmur PT Petrokimia Gresik dan PTPN X. Dok. Petrokimia Gresik

Bisnis.com, SURABAYA - PT Petrokimia Gresik telah merealisasikan penyaluran pupuk untuk Program Makmur hingga Juni 2022 mencapai 57.820 hektar atau setara 68 persen dari target yang akan melibatkan 31.740 petani.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan Program Makmur ini menjadi kolaborasi di antara perusahaan BUMN, sekaligus ekosistem yang saling terintegrasi dan berkelanjutan yang melibatkan stakeholder pada hulu dan hilir bidang usaha pertanian.

“Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN, Petrokimia akan terus mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, khususnya di masa kebangkitan ekonomi nasional pasca pandemi seperti sekarang ini,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/7/2022).

Dia mengatakan dalam Program Makmur untuk komoditas tebu, hingga kini telah terealisasi mencapai 34.894 ha. komoditas tersebut merupakan yang terbesar dari komoditas lainnya.

Realisasi tersebut salah satunya berhasil dicapai melalui kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X di Desa Purwokerto, Ngadiluwih, Kediri, Jatim. 

Program Makmur di Kediri ini diklaim telah berhasil meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Sebelumnya produktivitas tanaman tebu di desa tersebut rerata 116,5 ton/ha, dan kini berhasil meningkat menjadi 159,7 ton/ha.

“Ini merupakan capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani tebu yang juga naik dari Rp 25,8 juta/ha menjadi Rp46,5 juta/ha,” katanya.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal menyebutkan bahwa pada 2022 Pupuk Indonesia secara total memiliki target Program Makmur pada lahan seluas 250.000 ha untuk semua komoditas. 

“Hingga Mei 2022, Program Makmur telah terlaksana di atas lahan seluas 104.108 ha, dengan jumlah petani yang mengikutinya sebanyak 66.474 orang,” katanya.

Gusrizal menambahkan, melalui Program Makmur ini, Pupuk Indonesia dan anak usahanya memastikan ketersediaan pupuk non-subsidi di tingkat distributor dan kios, serta turut mengawal budidaya pertanian.

Direktur PTPN X, Tuhu Bangun mengatakan, Program Makmur merupakan solusi bagi petani tebu yang saat ini kebutuhannya belum tercukupi dari pupuk bersubsidi. Melalui program ini petani juga bisa mendapatkan pupuk dengan tepat waktu sehingga masalah pupuk bisa teratasi.

“PTPN X mendukung pelaksanaan Program Makmur khususnya pada komoditas tebu yang saat ini sedang didorong produksinya untuk dapat mencapai swasembada gula nasional,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk pupuk bersubsidi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top