Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Juni, Cabai Rawit & Bawang Merah Picu Inflasi Jatim 0,52 Persen

Sejak perayaan Idulfitri hingga saat ini beberapa komoditi pangan mengalami gejolak harga, ada yang naik dan ada yang turun. Bahkan selama semester I/2022 mengalami inflasi terus menerus.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  15:16 WIB
Juni, Cabai Rawit & Bawang Merah Picu Inflasi Jatim 0,52 Persen
Petani memanen cabai rawit. - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, SURABAYA — Provinsi Jawa Timur pada Juni 2022 mengalami inflasi 0,52 persen (mtm) yang disebabkan sejumlah kelompok bahan makanan seperti cabai rawit, bawang merah dan telur ayam ras.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Dadang Hardiwan mengatakan memang sejak perayaan Idulfitri hingga saat ini beberapa komoditi pangan mengalami gejolak harga, ada yang naik dan ada yang turun.

“Bahkan selama semester I/2022 ini, kita mengalami inflasi terus menerus, dan di tahun lalu inflasi baru terjadi mulai Oktober 2021, ini karena dampak dari pandemi Covid-19 yang telah berangsur pulih,” ujarnya dalam paparan Berita resmi statistik, Jumat (1/7/2022).

Dia menjelaskan secara tahun kalender atau Juni 2022 terhadap Desember 2021, Jatim sudah mengalami inflasi hingga 3,32 persen. Sedangkan secara tahun ke tahun yakni Juni 2022 terhadap Juni 2021, Jatim mengalami inflasi 4,92 persen.

“Dari delapan kota di Jatim yang menghitung indeks harga konsumen (IHK) pada Juni 2022 seluruhnya mengalami inflasi, tertinggi terjadi di Kediri 0,78 persen dan terendah di Sumenep 0,45 pesen,” ujarnya.

Adapun sejumlah komoditas penyumbang inflasi atau yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah cabai rawit naik 88,21 persen, bawang merah 24,51 persen, telur ayam ras 6,55 persen, tomat 36,85 persen, kontrak rumah 0,71 persen, mobil 1,25 persen, soto 3,52 persen, obat dengan resep 2,24 persen, dan es 3,58 persen.

Sementara sejumlah komoditas penyumbang deflasi atau yang mengalami penurunan harga jual di antaranya adalah minyak goreng -3,53 persen, daging sapi -3,02 persen, tongkol diawetkan -12,62 persen, tempe -4,66 persen, angkutan antar kota -8,57 persen, ayam hidup -5,66 persen, jeruk -5,54 persen, semangka -8,51 persen, bawang putih -5,79 persen, dan anggur -7,1 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top