Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengejutkan, Warga Jatim Jagokan Erick Thohir Sebagai Cawapres Pilihan di 2024

Berdasarkan survei Poltracking Indonesia, Erick Thohir merupakan cawapres favorit masyarakat Jawa Timur (Jatim)
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  16:06 WIB
Erick Tohir
Erick Tohir

Bisnis.com, SURABAYA - Poltracking Indonesia mengeluarkan survei politiknya. Bahkan hasil terbaru menyebutkan Erick Thohir merupakan cawapres favorit masyarakat Jawa Timur (Jatim). Wawan Sobari Ph.D Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) terkejut dengan hasil survei yang dikeluarkan Poltracking Indonesia yang menjagogak Menteri Erick sebagai cawapres pilihan mayarakat Jatim. Apa lagi Menteri Erick bukan orang yang berasal dari etnis Jawa dan dia juga bukan orang yang berasal dari Jatim. Unggulnya Menteri Erick ini tak lepas dari upaya gerilia beliau untuk masuk ke Jatim melalui aktivitasnya di Banser dan menjadi ketua harlah NU.

Dari survei politik yang dikeluarkan Poltracking Indonesia menempatkan Erick sebagai yang tertinggi (14,2%) serta mampu mengungguli Gubernur Jatim yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa (13,7%) dan pemilik partai seperti Agus Harimurti Yudhoyono (7,4%) dan Puan Maharani (4,3%).

"Unggulnya Erick di Jatim ini sangat unik. Beliau yang kerap ketemu Kiai karismatik di Jatim dilihat sebagai suatu yang positif bagi sebagian besar masyarakat Jatim. Tipe masyarakat NU sangat cair dan tidak fanatik kepada salah satu sosok. Dengan tipe warga NU tersebut membuat sosok Erick dapat diterima oleh sebagai besar masyarakat Jatim yang mayoritas warga NU. Sehingga merebut hati warga Jatim merupakan langkah strategis bagi Erick karena potensi pemilihnya cukup besar,"terang Wawan.

Hsil survei Poltracking Indonesia terbaru yang dilakukan 16 hingga 22 Mei 2022 masih menempatkan Ganjar Pranowo (28,2%) sebagai yang paling diminati oleh masyarakat yang memiliki DPT terbesar ke 2 di Indonesia. Bahkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) ini bisa mengunguli Prabowo Subianto (13,7%) dan Anies Baswedan (7,8%). 

Masih unggulnya Ganjar sebagai capres di Jatim dinilai Wawan sudah dapat diperkirakan. Sebab berbagai lembaga survei politik seperti Indopol Survey & Consulting, Indikator Politik dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)  sudah terlebih dahulu menempatkan Ganjar sebagai figur yang diminati oleh masyarakat. Bahkan survei yang dilakukan SMRC dan Indikator Politik, figur Ganjar sangat diminati (>50%) oleh masyarakat di pulau Jawa.

"Sejatinya Prabowo dan Anies hanya kuat di luar Jawa. Basis masa Prabowo yang paling kuat hanya ada di Banten. Figur Ganjar sebagai Gubernur Jateng sangat kuat di Jateng, Jatim dan Jabar. Dua provinsi tersebut memiliki DPT terbesar di Indonesia,"ungkap Wawan.   

Poltracking Indonesia juga membuat simulasi pasangan capres dan cawapres 2024. Dari nama yang disodorkan ke warga Jatim, pasangan Ganjar Pranowo Erick Thohir menempati urutan teratas (38.1%) dengan mengalahkan simulasi pasangan Prabowo Subianto Puan Maharan (19,4%) maupun Anies Baswedan Agus Harimurti Yudhoyono (11,2%).

Melihat masih tingginya elektabilitas dan kepuasan masyarakat Jatim terhadap Mantan Mensos ini, Wawan menilai Khofifah masih cukup pantas dicalonkan sebagai Gubernur Jatim untuk periode ke 2. Sebab untuk maju menjadi capres atau cawapres, elektabilitas Khofifah masih dibawah beberapa tokoh Nasional lainnya. 

"Memang elektabilitas Khofifah cukup tinggi (39.8%). Namun belum cukup kuat untuk membawanya maju sebagai Gubernur Jatim di periode ke 2. Harusnya kepopuleran Khofifah bisa lebih dari hasil survei Poltracking Indonesia. Untuk bisa memastikan kemenangan di pilgub mendatang, Khofifah harus bekerja lebih keras lagi. Sebab masih banyak pemilih kritis yang harus dirangkul Khofifah. Waktu 1,5 tahun cukup bagi Khofifah untuk meningkatkan elektabilitasnya,"pungkas Wawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erick thohir
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top