Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hingga Mei, Pemkot Surabaya Catat 216 Kejadian Kebakaran

Kebakaran yang terjadi selama 5 bulan terakhir banyak terjadi pada lahan terbuka sebesar 62 persen. Hal ini terjadi akibat limbah tumpukan sampah mengandung gas metana yang dapat memicu munculnya api.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  03:06 WIB
Hingga Mei, Pemkot Surabaya Catat 216 Kejadian Kebakaran
Para pengunjung terlihat berhamburan menyelamatkan diri saat salah satu pusat perbelanjaan terbesar Tunjungan Plaza (TP) 5 di Jalan Jenderal Basuki Rachmat Kota Surabaya, Jatim, Rabu (13/4/2022) sore, terbakar. ANTARA - HO - Didit SIAGA Surabaya\r\n

Bisnis.com, SURABAYA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mencatat selama Januari - Mei 2022 terdapat sebanyak 216 kejadian kebakaran yang telah berhasil dipadamkan.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan kebakaran yang terjadi selama 5 bulan terakhir banyak terjadi pada lahan terbuka sebesar 62 persen. Hal ini terjadi akibat limbah tumpukan sampah mengandung gas metana yang dapat memicu munculnya api.

“Selain itu, cuaca panas juga bisa menyebabkan munculnya api, pada gesekan ranting pohong. Serta, masyarakat yang suka membuang puntung rokok sembarangan,” jelasnya dalam rilis, Selasa (7/6/2022).

Dia memerinci, kejadian kebakaran pada Januari 2022 terdapat 41 kejadian, pada Februari ada 38 kebakaran, Maret terdapat 48 kejadian, dan April terdapat 61 kejadian serta pada Mei terdapat 28 kejadian.

Kejadian kebakaran tersebut meliputi bangunan rumah, bangunan industri, bagunan umum, alang-alang, sampah, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda empat, api di lahan terbuka, listrik, dan api mekanik. Kejadian kebakaran pada pemukiman penduduk hanya 28 persen yang didominasi oleh korsleting listrik dan kebakaran, pada kendaraan sebanyak 10 persen. 

“Untuk kejadian kebakaran di lahan terbuka biasanya cukup sulit diketahui penyebabnya, kecuali dari sampah yang dibakar warga dan merambat ke lahan terbuka,” ujarnya.

Dedik mengatakan, DPKP Kota Surabaya turut melibatkan para Kader Surabaya Hebat melalui program Madagaskar (Masyarakat dan Keluarga Siaga Kebakaran) untuk ikut melakukan mitigasi dan penanganan kejadian kebakaran, khususnya pada 3 menit pertama. 

“Peran masyarakat sangat diperhitungkan ketika terjadi bencana kebakaran di perkampungan atau pemukiman penduduk” katanya.

Dia menambahkan, DPKP Kota Surabaya juga melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan kejadian kebakaran kepada masyarakat seperti cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), penempatan tabung LPG, hingga standar penggunaan barang elektronik.

“Selain memberikan pembekalan, kami juga memberikan panduan saat mereka melakukan mitigasi di rumah warga. Sebab, response time DPKP Kota Surabaya untuk sampai di lokasi kebakaran adalah 7 menit, meskipun sesuai Inmendagri adalah 15 menit. Tetapi Kota Surabaya memiliki respon tercepat di Indonesia,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya kebakaran
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top