Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Capai 4,23 Persen, Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Tekan Harga Bahan Pokok

Khusus di Kota Surabaya mengalami inflasi 0,49 persen (mtm) dan mengalami inflasi 4,23 persen (Yoy). 
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 03 Juni 2022  |  22:35 WIB
Pedagang menata sayuran  -  ANTARA / Sigid Kurniawan
Pedagang menata sayuran - ANTARA / Sigid Kurniawan

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya tengah memetakan strategi untuk menekan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok agar inflasi tahun ini tidak semakin tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, pada Mei 2022 Jatim mengalami inflasi 0,49 persen secara bulan ke bulan (mtm), tetapi mengalami inflasi cukup tinggi hingga 4,24 persen jika dibandingkan Mei 2021 (yoy). Khusus di Kota Surabaya mengalami inflasi 0,49 persen (mtm) dan mengalami inflasi 4,23 persen (Yoy). 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan Pemkot Surabaya telah melakukan rapat koordinasi bersama lintas instansi dan akademisi untuk merumuskan strategi menekan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Kita diskusikan dan hasil dari rapat kita bawah ke Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), untuk selanjutnya kita diskusikan bagaimana caranya untuk stabilitas harga itu," katanya dalam Rilis, Jumat (3/6/2022).

Selain itu, lanjutnya, Pemkot Surabaya juga telah meminta sejumlah dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, PD Pasar Surya hingga Rumah Potong Hewan (RPH) untuk memantau berbagai komoditas lain.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya, Dewi Wahyu Wardani menjelaskan salah satu strategi yang siap untuk dilakukan untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok yakni menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas tersebut.

“Yang pertama memang harus dipetakan barang-barang komoditas yang naik, kemudia kita lakukan kerja sama dengan kota/kabupaten penghasil komoditas,” ujarnya.

Dewi menerangkan, pihaknya sudah bisa mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai rawit yakni melakukan antisipasi sejak satu bulan sebelum panen atau mendekati Hari Raya Idul Adha. 

"Jadi satu bulan sebelumnya sudah kita lakukan antisipasi bersama-sama dengan Perusahaan Daerah. Nah, untuk langkah terakhir bisa melalui operasi pasar dan mendatangkan langsung komoditas dari luar kota atau distributor," jelanya.

Dewi menambahkan, langkah lain yang dilakukan yakni melakukan pemantauan terhadap persediaan bahan pokok di gudang-gudang Surabaya, termasuk monitoring terkait distribusi komoditas pangan.

"Saya kira itu penting supaya kita bisa tahu. Jadi barang itu persediaannya berapa, terus distribusinya kemana saja. Sehingga misalnya kita butuh jadi tahu jumlah stoknya," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi surabaya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top