Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ajinomoto Kembangkan Potensi Pasar Agrikultur

Selain untuk menjangkau potensi pasar, produksi pupuk Ajinomoto ini juga bagian dari upaya perusahaan untuk mencapai zero waste.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 April 2022  |  08:31 WIB
Suasana pabrik Ajinomoto Mojokerto. - Bisnis/Peni Widarti
Suasana pabrik Ajinomoto Mojokerto. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - PT Ajinomoto Indonesia, produsen monosodium glumate (MSG) terus mengembangkan potensi pasar agrikultur dengan membuat produk sampingan berupa pupuk cair Ajifol yang diaplikasikan pada daun.

Direktur Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandriyo menjelaskan perseroan saat ini melihat adanya potensi besar dalam kebutuhan pupuk di sektor pertanian.

“Kami melihat ada isu kelangkaan yang terjadi terkait pasokan pupuk, jadi kami melihat perlu ada solusi terhadap masalah ini,” katanya dalam rilis, Kamis (31/3/2022).

Dia mengatakan sebenarnya produksi pupuk dari Ajinomoto sudah dimulai sejak 25 tahun lalu dengan semangat awal yakni untuk membantu mitra petani tebu agar pasokan molase tebu sebagai bahan baku produksi MSG tidak terganggu.

"Selama ini, kami sudah memasok pupuk ke petani tebu, nanas, bahkan padi dengan pupuk cair kami. Sebanyak 40 persen memang digunakan untuk memasok petani tebu, dengan total produksi pupuk cair saat ini mencapai 370.000 ton per tahun," jelasnya.

Yudho menambahkan beberapa tahun terakhir, Ajinomoto juga telah memproduksi pupuk yang diaplikasikan ke daun yakni pupuk Ajifol, dengan kapasitas produksi baru mencapai 50 ton/tahun.

Head of Agriculture Development Departement Ajinomoto, Ferry Irianto mengatakan saat ini petani memang masih belum banyak menggunakan pupuk daun, padahal riset mencatat bahwa aplikasi pupuk ke daun dapat mempercepat penyerapan nutrisi hingga 10.000 kali lipat.

“Kami bahkan mengembangkan sistem pemumpukan efisien drone sebagai aplikator. Biasanya biaya pemupukan biasa mencapai Rp400.000/hektar, tapi kalau menggunakan drone, biaya pupuknya hanya Rp200.000,” ujarnya.

Menurutnya, sistem tersebut juga membuat efisien pada air yang digunakan. Biasanya pemupukan melalui tanah menggunakan air 200 liter/ha, tetapi pemukukan daun melalui drone hanya butuh air 16 liter/ha.

“Sistem pemupukan daun ini masih baru diaplikasikan oleh petani Mojokerto sekitar pabrik Ajinomoto, tetapi sudah banyak petani yang mengantre untuk bisa menggunakan sistem tersebut seperti petani di Madiun dan Kediri,” imbuhnya.

Selain untuk menjangkau potensi pasar, produksi pupuk Ajinomoto ini juga bagian dari upaya perusahaan untuk mencapai zero waste yakni meminimalkan dan mengurangi pencemaran lingkungan hingga ke titik nol. 

Adapun saat ini pabrik Ajinomoto di Mojokerto berhasil mengurangi penggunaan air hingga 35 persen, dan menginisiasi pemeliharaan lingkungan melalui peningkatan pengelolaan air limbah (waste water management improvement), serta aktif dengan kegiatan reduce, reuse, recovery, dan recyle saat menggunakan air di setiap aktivitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk jatim mojokerto AJINOMOTO
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top