Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Bertambah Bikin Tekanan Okupansi Perkantoran Surabaya Meningkat

Sejalan dengan bertambahnya jumlah pasokan baru masih belum bisa diimbangi dengan tingkat hunian atau tingkat permintaan pasar
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  15:38 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Arief Hermawan P
Ilustrasi. - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, SURABAYA - Tingkat hunian ruang perkantoran di Kota Surabaya tahun ini diperkirakan akan kembali mengalami tekanan seiring dengan bertambahnya jumlah pasokan baru sejak tahun lalu yang cukup besar dengan total kumulatif mencapai 555.325 m2.

Senior Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto mengatakan tahun lalu dua proyek perkantoran milik pengembang besar yakni Ciputra World Surabaya (CWS) Office dan Satoria Tower telah beroperasi sebanyak 64.400 m2 sehingga pasokan kumulatif meningkat menjadi 555.325 m2.

“Bahkan pada tahun ini masih akan ada pasokan baru yang diperkirakan sekitar 93.950 m2, dan dalam 3 tahun depan ada penambahan jumlah pasokan sebanyak 125.000 m2 yang kebanyakan terletak di kawasan pengembangan superblok,” ujarnya, Senin (24/1/2022).

Dia mengatakan pasokan baru dalam beberapa tahun terakhir ini juga mengalami penurunan karena dampak pandemi yang membuat banyak pengembang melakukan penundaan penyelesaian konstruksi.

Colliers mencatat jumlah pasokan tambahan ruang perkantoran di Surabaya pada 2019 mencapai 81.058 m2, kemudian pada 2020 menurun menjadi 71.078 m2, pada 2021 kembali berkurang menjadi 64.400 m2, dan pada 2022 diproyeksi ada tambahan baru 93.950 m2.

“Tahun lalu, penambahan pasokan ruang perkantoran didominasi di kawasan Surabaya Pusat, disusul Surabaya Selatan, Surabaya Barat, dan terendah ada di Surabaya Timur,” imbuhnya.

Ferry mengatakan sejalan dengan bertambahnya jumlah pasokan baru masih belum bisa diimbangi dengan tingkat hunian atau tingkat permintaan pasar. Sejak tahun lalu saja, tingkat hunian atau okupansi perkantoran sudah tertekan di angka 58,1 persen atau turun 3,7 persen (yoy).

“Beberapa sektor perusahaan seperti sektor pendidikan, finansial seperti perusahaan Peer to Peer Lending (P2) juga mulai kembali aktif mencari ruang kantor sehingga tingkat hunian tahun lalu masih ada potensi,” katanya.

Namun begitu, lanjut Ferry, tingkat hunian perkantoran di Surabaya ke depan akan kembali menguat jika jumlah pasokan setelah 2022 menjadi terbatas.

Adapun berdasarkan wilayah, tingkat hunian ruang perkantoran di Surabaya Timur pada 2019 pernah mencapai 96,4 persen lalu turun menjadi 78 persen pada 2021. Kemudian di Surabaya Barat okupansinya pernah mencapai 86 persen lalu turun menjadi 43,3 persen, dan di Surabaya Selatan dari 69,8 persen menjadi 50,5 persen.

“Begitu juga di wilayah Surabaya Pusat bahkan turun dari okupansi 80,8 persen pada 2019 menjadi 68,3 persen pada 2021,” imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti perkantoran jatim surabaya
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top