Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Merugi, Bukit Darmo Property (BKDP) Tinjau Ulang Seluruh Unit Bisnisnya

PT Bukit Darmo Property Tbk. (BKDP) meninjau kembali seluruh unit usaha, termasuk menyetop proyek pembangunan hotel lantaran kondisi keuangan perseroan masih minus akibat dampak pandemi Covid-19.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  22:00 WIB
Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk, Brasada Chandra (kanan) dan Direktur Bukit Darmo Property Lenna Sumampow (kiri) saat menggelar paparan publik di Surabaya, Kamis (20/1 - 2022). Bisnis / Peni Widarti
Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk, Brasada Chandra (kanan) dan Direktur Bukit Darmo Property Lenna Sumampow (kiri) saat menggelar paparan publik di Surabaya, Kamis (20/1 - 2022). Bisnis / Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – PT Bukit Darmo Property Tbk. (BKDP) meninjau kembali seluruh unit usaha, termasuk menyetop proyek pembangunan hotel lantaran kondisi keuangan perseroan masih minus akibat dampak pandemi Covid-19.

Direktur PT Bukit Darmo Property Tbk. Brasada Chandra mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 dalam 2 tahun terakhir telah memukul berbagai sektor usaha, khususnya pariwisata dan perhotelan.

“Dengan kondisi itu, kami terpaksa melakukan review semua unit usaha kami. Salah satunya untuk sementara waktu proyek hotel kami setop sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Saat Ini proyek hotel kami progresnya baru 59 persen,” jelasnya dalam paparan publik, Kamis (20/1/2022).

Begitu juga dengan usaha sewa mal, yakni Lenmarc Surabaya yang terkena dampak pandemi Covid-19, sehingga banyak tenant yang menunda pembayaran sewa maupun service charge, atau meminta relaksasi pembayaran.

“Di satu sisi perusahaan, beban usaha tetap berjalan dengan pengeluaran yang paling besar adalah tenaga kerja dan biaya listrik. Apalagi kami tidak dapat relaksasi listrik. Mal tutup 1 bulan, tetap kena biaya minimum listrik, begitu juga dengan pajak tidak ada relaksasi, kecuali hanya PPN,” katanya

Adapun, kinerja pendapatan bersih perseroan pada 2021 tercatat mencapai Rp21,5 miliar, naik dibandingkan dengan 2020 yang mencapai Rp19,5 miliar.

Sementara itu, aset perseroan pada 2021 tercatat mencapai Rp774,1 miliar, turun dibandingkan dengan 2020 yang sebesar Rp790,8 miliar. Kemudian, perolehan laba/rugi pada 2021 mencapai -Rp34,1 miliar, naik dibandingkan dengan 2020 yang senilai -Rp31 miliar.

Brasada menambahkan, tahun ini perseroan akan mengoptimalkan seluruh aset, dana, dan SDM yang dimiliki untuk meningkatkan kinerja, salah satunya dengan mengoptimalkan pasar di segmen perkantoran dan apartemen sewa yang mulai meningkat sejak akhir tahun lalu.

“Peningkatan permintaan pasar sewa perkantoran ini terjadi karena mulai banyak perusahaan asing yang membuka kantor. Kemudian dampaknya mereka membutuhkan sewa apartemen untuk tinggal,” imbuhnya.

Direktur Bukit Darmo, Lenna Sumampow menambahkan, ke depan perseroan akan meningkatkan kinerja dari sisi sewa ruang ritel/mal dengan melakukan perluasan mal Lenmarc dengan mengusung konsep outdoor.

“Kami akan menamainya dengan Fairway Walk, yakni mal dengan konsep outdoor di dekat lapangan golf. Nantinya akan ada 2 tenant besar, dan lainnya bisa menampung 40 tenant stall, ada panggung dan amphitheater,” katanya.

Rencananya, perluasan Lenmarc dilakukan mulai awal Maret 2022, dan ditarget rampung pada Desember 2022. Diharapkan perluasan mal dengan segmen anak muda tersebut dapat meningkatkan pendapatan, dan target okupansi bisa mencapai 90 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukit darmo property bkdp
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top