Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gagal Berangkat ke Australia, 17 PMI Ilegal Asal Jatim Dipulangkan

Setelah ditampung di Surabaya, para PMI tersebut pada 12 Januari 2022 telah dipulangkan ke kota/kabupaten asal melalui kerja sama dengan Disnaker di daerah masing-masing.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  16:27 WIB
Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan pada pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Kediri, Jawa Timur, yang diisolasi setelah pulang ke Tanah Air. - Antara\r\n
Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan pada pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Kediri, Jawa Timur, yang diisolasi setelah pulang ke Tanah Air. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, SURABAYA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Jawa Timur telah memulangkan sebanyak 17 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal asal Jatim yang gagal berangkat ke luar negeri.

Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan sebelumnya ada penangkapan oleh petugas imigrasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta terhadap calon PMI yang diindikasikan ilegal sebanyak 71 orang.

“Dari 71 orang tersebut, sebanyak 17 orang terindikasi PMI asal Jatim, mereka berasal dari Gresik sebanyak 11 orang, Bojonegoro 5 orang, dan 1 orang dari Lamongan,” jelasnya, Jumat (14/1/2022).

Disnakertrans Jatim pun mencoba menyelesaikan persoalan ini pada Kamis (13/1/2021) malam, sehingga para PMI terindikasi ilegal tersebut dikirim ke Surabaya dan ditampung di shelter di UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (UPT P2TK).

Dia mengatakan setelah ditampung di Surabaya, para PMI tersebut pada 12 Januari 2022 telah dipulangkan ke kota/kabupaten asal melalui kerja sama dengan Disnaker di daerah masing-masing.

“Mereka dipulangkan untuk kemudian dilakukan pembinaan supaya mereka tidak melakukannya lagi. Kalau ilegal itu kan persoalannya kita tidak bisa memberi perlindungan pada mereka kalau ada apa-apa,” ujarnya.

Himawan menambahkan, menurut keterangan PMI tersebut, rencananya mereka akan berangkat bekerja di Australia salah satunya untuk menjadi tukang petik buah apel. Rata-rata, PMI ilegal ini berusia di bawah 40 tahun.

“Kita sudah minta penegak hukum untuk mencari siapa yang meninisiasi para PMI ini untuk berangkat secara ilegal. Kalau saya lihat itu lebih ke perorangan, dan ini yang tidak dimengerti pekerja kita, kalau ada apa-apa tidak ada yang bisa bertanggung jawab,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI jawa timur pekerja migran Pekerja Migran Indonesia
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top