Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gudang Digital KUD Bakal Percepat Pertumbuhan UMKM Jatim

Digitalisasi terhadap KUD saat ini sudah menjadi keharusan yang harus dipercepat agar tidak jauh tertinggal dengan toko ritel modern.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  16:58 WIB
Direktur Operasional JLI Dwi Hariyanto (paling kanan) dan Direktur Utama INKUD, Portasius Nggedi (paling kiri) saat meninjau produk UMKM lokal di Gudang Digital KUD Tani Jaya Mojokerto, Rabu (12/1/2022). - Bisnis/Peni Widarti
Direktur Operasional JLI Dwi Hariyanto (paling kanan) dan Direktur Utama INKUD, Portasius Nggedi (paling kiri) saat meninjau produk UMKM lokal di Gudang Digital KUD Tani Jaya Mojokerto, Rabu (12/1/2022). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, MOJOKERTO - Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) bersama dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge melalui anak usaha PT Jaring Logistik Indonesia (JLI) tahun ini menargetkan sebanyak 1.000 gudang KUD menjadi gudang digital termasuk potensi ratusan gudang di Jawa Timur.

Direktur Utama INKUD, Portasius Nggedi mengatakan sejak bekerja sama dengan JLI selaku penyedia infrastruktur jaringan logistik hingga kini telah ada sebanyak 30 gudang KUD tersebar di Indonesia yang telah menjadi gudang digital.

“Dari 30 gudang itu sebanyak kebanyakan masih berada di Jawa Tengah, dan di Jatim baru ada 2 gudang yakni di Mojokerto dan Nganjuk. Seharusnya targetnya tahun lalu adalah 100 gudang, tetapi karena ada PPKM jadi tertunda,” katanya usai peresmian Gudang Digital KUD Tani Jaya Mojokerto, Rabu (12/1/2022).

Dia mengatakan digitalisasi terhadap KUD saat ini sudah menjadi keharusan yang harus dipercepat agar tidak jauh tertinggal dengan toko ritel modern. Apalagi, dalam konsep Gudang Festival bagi KUD ini memiliki fungsi sebagai fulfillment center berbagai produk dari kebutuhan sehari-hari maupun produk-produk UMKM lainnya.

“Program ini telah membantu para pedagang warung mendapatkan pasokan produk yang bisa dijual secara mudah, murah, dan cepat serta membantu mitra UMKM lokal dalam memasarkan produknya,” katanya.

CEO Surge, Hermansjah Haryono menjelaskan gudang KUD yang telah terdigitalsiasi nantinya tidak hanya menjadi distributor, tetapi pelaku UMKM lokal juga bisa lebih mudah menjadi suplier alias menitipkan produknya untuk dijual melalui gudang tersebut.

“Dari puluhan gudang KUD yang telah Surge operasikan telah memiliki lebih dari 22.000 mitra UMKM maupun mitra warung. Kami berharap Perluasan gudagng digital ini akan semakin memperluas jangkauan dukungan kami dalam mengembangkan perekonomian daerah lewat akses digital,” jelasnya.

Dia mengatakan program gudang digital yang tengah digencarkan ini hadir sejalan dengan program strategis Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendorong pelaku usaha terutama UMKM masuk ke dalam pasar ekspor dan mempercepat UMKM Go-Digital. Program aktivitas gudang-gudang ini pun memiliki potensi nilai transaksi mencapai Rp500 miliar per bulan. 

“Dalam program ini, Surge, INKUD maupun pemerintah juga turut memberikan pembinaan, dan teknologi enggan memberikan segenap rangkaian program pembinaan terutama bagi UMKM di daerah-daerah yang belum terjangkau kemampuan dan pemasarannya,” imbuhnya.

Deputi Perkoperasian Kemenkop dan UKM, Achmad Zabidi menambahkan adanya digitaliasi sistem pergudangan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan KUD terutama untuk meningkatkan efesiensi biaya operasional dan distribusi dan memiliki nilai tambah.

“Gudang digital juga bisa dioptimalkan menjadi hub bagi provider logistik dan perusahaan logistik yang tidak punya gudang sehingga KUD bisa bekerja sama, serta bisa menjadi gudang logistik bagi marketplace karena banyak marketplace nasional yang umumnya mereka tidak punya gudang,” ujarnya.

Ketua KUD Tani Jaya Mojokerto, Suyanto mengungkapkan, sejak 3 minggu gudang digital ini berjalan hingga kini KUD Tani Jaya terdapat 323 pelanggan dan anggota. Gudang KUD di Kemlagi Mojokerto ini telah mengelola sebanyak 6 jenis barang dengan total 104 varian seperti berbagai merek mie instan, air minum dalam kemasan, hingga produk UMKM lokal.

“Volume penjualan saat ini rata-rata baru Rp6 juta - Rp10 juta per hari, diharapkan ini akan terus meningkat jika nanti jenis barang yang dijual terus bertambah,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koperasi jatim kud
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top