Kinerja Resi Gudang KBI Meningkat Menjadi 582 RG

Indonesia memiliki potensi besar dalam hal pemanfaatan resi gudang karena luasan wilayah serta banyaknya komoditas yang ada
Resi Gudang PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)./Istimewa
Resi Gudang PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)./Istimewa

Bisnis.com, SURABAYA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI mencatatkan kinerja Resi Gudang (RG) hingga November tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan tren tahun lalu.

Direktur Kliring Berjangka Indonesia, Agung Rihayanto mengatakan sepanjang tahun lalu, jumlah resi gudang yang teregistrasi mencapai 427 RG yang terdiri dari 7 komoditas dengan volume mencapai 9,6 juta kg dan dengan nilai barang sebesar Rp200,7 miliar, dan nilai pembiayaan mencapai Rp93,8 miliar.

“Sedangkan tahun ini jumlah RG yang teregistrasi sampai November meningkat menjadi 582 RG yang terdiri dari 11 komoditas, dengan volume 12,3 juta kg dan nilai barang Rp484,1 miliar, dengan total pembiayaan mencapai Rp261 miliar,” ujarnya, Rabu (22/12/2021).

Dia menjelaskan pemanfaatan RG ini telah sesuai dengan Permendag No.14 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Permendag No.33 Tahun 2020 tentang barang dan persyaratan barang yang dapat disimpan dalam sistem RG.

Komoditas yang dapat masuk ke sistem RG ini meliputi beras, gabah, jagung, kopi, kakao, karet, garam, lada, pala, ikan, bawang merah, rotan, kopra, teh, rumput laut, gambir, timah, gula putih kristal, kedelai serta ayam karkas beku.  

“Indonesia memiliki potensi besar dalam hal pemanfaatan resi gudang karena luasan wilayah serta banyaknya komoditas yang ada. Resi Gudang, bila dimanfaatkan secara maksimal akan mampu menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Namun begitu, lanjut Agung, dalam pemanfaatannya masih diperlukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan perguruan tinggi. Untuk itu, PT Kliring Berjangka Indonesia telah memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) pada 22 Desember 2021.

“Sebagai pusat registrasi RG, kami berupaya untuk melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait sistem RG sebagai salah satu kunci kesuksesan sistem RG. Harapannya, setelah mahasiswa lulus dan masuk dunia kerja, maka dapat ikut mendorong pemanfaatan RG ini,” imbuhnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair, Dian Agustia menambahkan kuliah umum yang telah diberikan KBI kepada mahasiswa Unair ini nantinya akan ditindaklanjuti FEB Unair untuk menjadi salah satu materi pembelajaran dan riset untuk kemajuan bisnis di Indonesia.

“Tentunya ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) pada poin 8 yakni untuk peningkatan kualitas lingkungan kerja dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper