Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatim Perkuat Kerja Sama dengan Inggris

Jatim dengan Inggris memiliki potensi kerja sama pembangunan salah satunya di sektor EBT untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 02 Desember 2021  |  16:20 WIB
Seremonial kerja sama Jawa Timur dengan Inggris. - dok. Pemprov Jatim
Seremonial kerja sama Jawa Timur dengan Inggris. - dok. Pemprov Jatim

Bisnis.com, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur memperkuat kerja sama dengan Inggris dalam berbagai sektor pengembangan seperti transportasi, teknologi, ekonomi kreatif hingga bidang energi baru terbarukan (EBT).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan Jatim dengan Inggris memiliki potensi kerja sama pembangunan salah satunya di sektor EBT untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.

“Melimpahnya cahaya matahari di Indonesia membuat panel surya menjadi salah satu solusi terbaik untuk meningkatkan rasio elektrifikasi terutama di wilayah-wilayah kepulauan. Sebab jika harus menggunakan kabel bawah laut untuk penyaluran listrik itu biayanya sangat mahal, begitu juga dengan genset, sehingga panel surya yang paling solutif,” ujarnya dalam rilis, Kamis (2/12/2021).

Dia optimistis jika program elektrifikasi dengan menggunakan sistem panel surya atau EBT dari energi matahari ini terwujud, maka optimistis kesejahteraan masyarakat Jatim di wilayah kepulauan juga akan ikut terdongkrak. 

Sementara di sektor perdagangan, selama ini Jatim sudah bekerja sama dengan Inggris. Berdasarkan data BPS Jatim, sejak 2017-2021 neraca perdagangan Jatim dengan Inggris setiap tahunnya mengalami surplus.

“Nilai ekspor Jatim ke Inggris sepanjang Januari - Agustus 2020 mencapai US$229,52 juta, sedangkan impor Jatim dari Inggris US$84,48 juta sehingga Jatim mengalami surplus US$145,04 juta,” katanya.

Adapun komoditas penyumbang ekspor non migas Jatim ke Inggris di antaranya adalah kayu, barang dari kayu, kendaraan dan bagiannya, daging dan ikan olahan, mesin/peralatan listrik, alas kaki, perabot, penerangan rumah, bahan kimia organik, Perangkat musik, kertas/karton, kopi, teh dan rempah-rempah.

Sedangkan komoditas impor dari Inggris yakni bubur kayu/pulp, besi dan baja, mesin-mesin/pesawat mekanik, plastik dan barang dari plastik, kertas/karton, bahan kimia organik, sari bahan samak dan celup, berbagai produk kimia, minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian, garam, belerang dan kapur.

“Dari sisi investasi Inggris di sini sejak 2010 - 2021 ini ada 23 bidang usaha yang tersebar di 8 kabupaten/kota, dengan nilai total US$142,38 juta. Investasinya banyak bergerak di bidang makanan, industri kayu, karet dan plastik, listrik/gas, air, perdagangan dan reparasi, kawasan industri dan perkantoran,” jelas Khofifah.

Penguatan kerja sama Provinsi Jatim dengan Inggris telah diawali dengan penandatanganan MoU atau Nota Kesepahaman pada 1 Desember 2021 yakni MoU antara Shire Oak dengan Jatim Grha Utama (JGU) berupa pemasangan panel surya (solar panel) di 3 properti JGU.

Serta MoU antara Liverpool John Moore University (LJMU) dengan ITS terkait kesepakatan pengembangan techno science park ITS. LJMU telah sepakat untuk memberikan serangkaian peningkatan kapasitas bagi dosen ITS dan transfer teknologi. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim energi terbarukan jawa timur
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top