Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembangan Infrastruktur Ekonomi Malang, Begini Strateginya

Pemkot Malang juga memiliki tiga fokus stimulus kebangkitan UMKM, yakni pendanaan, pendampingan, dan pemasaran.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 22 November 2021  |  19:35 WIB
Pekerja mengemas kripik tempe sebelum dikirim ke berbagai kota di sentra industri tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur, Rabu (27/10/2021). Tak kunjung turunnya harga minyak goreng curah yang berada di kisaran Rp170.000 per 15 kilogram dalam sebulan terakhir membuat pengusaha kripik tempe setempat terpaksa menaikkan harga jual rata-rata Rp2.000 per bungkus untuk mengurangi kerugian akibat pembengkakan biaya produksi. - Antara/Ari Bowo Sucipto.
Pekerja mengemas kripik tempe sebelum dikirim ke berbagai kota di sentra industri tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur, Rabu (27/10/2021). Tak kunjung turunnya harga minyak goreng curah yang berada di kisaran Rp170.000 per 15 kilogram dalam sebulan terakhir membuat pengusaha kripik tempe setempat terpaksa menaikkan harga jual rata-rata Rp2.000 per bungkus untuk mengurangi kerugian akibat pembengkakan biaya produksi. - Antara/Ari Bowo Sucipto.

Bisnis.com, MALANG — Pemkot Malang memberikan stimulus berupa pembangunan infrastruktur, ekosistem, dan pemasaran untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif atau ekraf di kota tersebut.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah Kota Malang menuju kota kreatif digital. Fokus Pemkot Malang dalam mengembangkan ekraft yakni dengan memberikan stimulus infrastruktur, ekosistem dan pemasaran menjadi fokus. Malang Creative Center (MCC) menjadi realisasi komitmen infrastruktur ekonomi kreatif.

“Ratusan kegiatan produktif diselenggarakan menumbuh kembangkan ekosistem kreatif, di antaranya Festival Mbois, pengembangan startup, dan lain sebagainya,” katanya saat menjadi pembicara dalam acara Economic Outlook 2022 secara daring, Senin (22/11/2021).

Penguatan standardisasi, destinasi dan kolaborasi Malang Raya untuk membangkitkan pariwisata dan jasa pendukungnya. Pemkot Malang akan meningkatkan fasilitasi cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan).

Selain itu, pengembangan destinasi dan event seperti kampung tematik, kampung heritage, wisata kuliner, wisata edukasi dan inovasi, wisata taman tematik, dan festival.

“Pemkot Malang juga memiliki tiga fokus stimulus kebangkitan UMKM, yakni pendanaan, pendampingan, dan pemasaran. Kolaborasi hexahelix menawarkan jalan keluar terhadap beragam tantangan pandemi, termasuk didalamnya kualitas produk UMKM, kapasitas SDM, perluasan jejaring, hingga pembiayaan alternatif,” katanya.

Inovasi pendanaan, kata dia, ada program OJIR atau Ojo Percoyo Karo Rentenir. Program ini berupa kredit pembiayaan tanpa jaminan dan tanpa bunga untuk usaha produktif masyarakat, peraih TPAKD Award 2020 kategori Inovasi Inklusi Keuangan Tingkat Kab/Kota. Sedangkan untuk pendampingan UMKM on board era digital bersama e-Commerce.

“Untuk fasilitasi pemasaran digital dengan berbagai platform marketplace dan pameran virtual dibangun kolaborasi dengan komunitas kreatif digital Kota Malang,” ucapnya.

Terkait indikator makro Kota Malang, kata dia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang tetap naik tahun 2020 dan masih tertinggi kedua se-Jawa Timur, yakni 81,45 persen. Inflasi Kota Malang pada Oktober 2021 juga dapat terjaga rendah, hanya di angka 0,19 persen.

Sedangkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) per September 2021 lebih dari 60 persen dari target yang ditetapkan. Angka kemiskinan 2020 terendah kedua se-Jawa Timur, yakni Kota Malang 4,44 persen dan Jawa Timur 11,09 persen.

“Pertumbuhan ekonomi 2020 tidak terkontraksi sedalam estimasi awal, yakni Kota Malang -2,26 persen dan Jawa Timur -2,39 persen. Sektor informasi dan komunikasi, jasa pendidikan, kesehatan, real estate serta keuangan dan asuransi terus tumbuh,” ucapnya.(K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jatim malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top