Penjualan Rumah Bersubsidi Triwulan IV/2021 Diproyeksikan Membaik

Jika pada September Covid-19 dapat mereda, diperkirakan pada triwulan IV/2021 kondisi pandemi semakin membaik.
Ilustrasi./Antara-Raisan Al Farisi
Ilustrasi./Antara-Raisan Al Farisi

Bisnis.com, MALANG — Penjualan rumah bersubsidi di Jatim pada triwulan IV/2021 diproyeksikan membaik bersamaan dengan melandainya pandemi Covid-19.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim Makhrus Sholeh mengatakan pada triwulan I-II/2021 penjualan rumah bersubsidi sebenarnya membaik. Ada pertumbuhan 30 persen secara year on year.

“Namun pada triwulan III/2021 sampai Agustus, penjualan rumah bersubsidi menurun sangat dalam, yakni mencapai 30 persen secara year on year,” ucapnya di sela-sela penyaluran santunan kepada 50 anak yatim oleh Masyarakat Ekonomi Masyarakat Kota Malang dalam rangka Milad MES ke-21 dan Semarak Muharam di Malang, Jumat (27/8/2021).

Pada September, dia berharap, Covid-19 dapat meredah sehingga tidak lagi dilaksanakan PPKM. Dengan meredanya Covid-19, maka penjualan rumah bisa kembali rebound.

Jika pada September Covid-19 dapat mereda, dia memperkirakan, pada triwulan IV/2021 kondisi pandemi semakin membaik. Dengan begitu, maka penjualan rumah subsidi akan semakin membaik pula.

Dia memperkirakan, jika pada triwulan IV/2021, maka penjualan rumah bisa melesat naik tajam karena mobilitas konsumen bisa lebih leluasa dengan meredanya Covid.

Hal itu terjadi karena penjualan rumah tidak bisa hanya dilakukan secara daring. Konsumen perlu melihat ke lapangan untuk melihat lokasi dan kualitas rumah yang dibangun pengembang.

“Dengan konsumen melihat ke lapangan, maka baru yakin untuk memutuskan membeli rumah atau justru ditunda,” ujarnya.

Terkait dengan permintaan rumah bersubsidi, dia meyakinkan, seperti masih baik karena kebutuhan rumah untuk kepemilikan pertama kali selalu terbuka pasarnya. Daya beli masyarakat untuk rumah bersubsidi juga masih ada meski di tengah pandemi.

Dari sisi kebijakan pemerintah, menurut Makhrus yang juga Ketua Umum MES Kota Malang itu, juga sangat mendukung bisnis rumah bersubsidi. Bentuk dukungan pemerintah, seperti kuota FLPP ditambah, juga regulasi-regulasi yang memberatkan pengembang dibatalkan.

“Jadi baik pasar dan regulasi sebenarnya sangat mendukung bisnis rumah bersubsidi. Tinggal menunggu momentumnya, yakni meredanya Covid agar bisnis bisa tumbuh positif,” ucapnya.

Pengembang anggota Apersi di Jatim saat ini, kata dia, sekitar 300 perusahaan. Pada masa normal, penjualan rumah mencapai 900 unit/bulan dengan asumsi masing-masing pengembang bisa menjual rerata mencapai 3 unit/bulan.

Pada 2020, penjualan rumah bersubsidi dari anggota Apersi Jatim terjun bebas, menurun hingga 40 persen secara year on year dan mulai membaik pada triwulan I-II/2021, namun kembali terkoreksi pada triwulan III/2021 sampai Agustus.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper