Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Temuan Pemicu Kerusakan Parah Rumah di Lumajang Akibat Gempa

Hampir semua bangunan yang rusak, bahkan roboh penyebabnya karena faktor konstruksi bangunannya, yaitu struktur bangunan rumah warga itu tidak diperkuat dengan kolom.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2021  |  07:55 WIB
Sejumlah prajurit TNI AD membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa di Desa Kaliuling, Lumajang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021). Personel TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu warga korban gempa untuk membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang rusak akibat gempa. - Antara/Zabur Karuru.
Sejumlah prajurit TNI AD membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa di Desa Kaliuling, Lumajang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021). Personel TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu warga korban gempa untuk membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang rusak akibat gempa. - Antara/Zabur Karuru.

Bisnis.com, LUMAJANG - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memaparkan penyebab kerusakan ribuan rumah di beberapa desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, saat terjadi gempa dengan magnitudo 6,1 yang berpusat di Kabupaten Malang pada pekan lalu.

"Kami menyampaikan hasil survei pengukuran dan penghitungan yang dilakukan BMKG setelah terjadi gempa bumi dengan melihat kerusakan bangunan rumah di Lumajang," kata Dwikorita saat melakukan audensi dengan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Kamis (15/4/2021).

Menurutnya, hampir semua bangunan yang rusak, bahkan roboh penyebabnya karena faktor konstruksi bangunannya, yaitu struktur bangunan rumah warga itu tidak diperkuat dengan kolom.

Faktor kedua yakni posisinya ada di atas gunung atau di tepi lereng gunung atau disebut perengan, sehingga rumah yang berada di posisi tersebut akan mengalami penguatan getaran dari tanah yang ada.

"Amplifikasi yang kami catat di lokasi beberapa desa di Lumajang yang rumah warganya banyak rusak itu mencapai 6 kali dari getaran yang normal, " tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, BMKG mengingatkan Pemkab Lumajang apabila melakukan rekonstruksi atau membangun rumah warga korban gempa di lokasi yang sama harus memperhatikan konstruksi bangunannya harus benar-benar mampu bertahan terhadap amplifikasi lebih dari 6 kali lipat getaran gempa.

"Jadi rekonstruksinya itu tidak boleh sembarangan dan bangunannya harus didesain mampu bertahan terhadap enam kali amplifikasi getaran," katanya.

Selain itu, Pemkab Lumajang juga harus memperhatikan letak rumah yang akan dibangun dan harus diperhatikan pembangunan rumah itu jangan pada tepi lereng. Kalau memang terpaksa lokasinya di sana, maka konsekuensinya kontruksinya harus diperkuat.

Dwikorita mengatakan BMKG sudah menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Lumajang pascagempa yakni bahwa daerah selatan di Jawa Timur merupakan daerah rawan gempa, sehingga konstruksi bangunan rumah warga harus dicek sesuai kegempaan di wilayahnya.

"Selain itu posisi membangun rumah juga harus diperhatikan kondisi tanah setempat apakah memgalami amplifikasi atau tidak. Kami juga melakukan pemetaan itu," katanya.

Tidak kalah penting, lanjut dia, harus ada edukasi atau literasi kepada masyarakat, agar lebih siap menghadapi potensi terjadinya gempa bumi ataupun bencana lainnya, sehingga harus dilakukan pelatihan lebih sering.

Sementara Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan hingga Kamis tercatat data yang telah terhimpun sebanyak 2.174 rumah rusak akibat bencana gempa dengan rincian 558 rumah rusak berat, 658 rumah rusak sedang, dan 958 rumah rusak ringan.

"Forkopimda Kabupaten Lumajang sinergitasnya sangat solid dalam penanganan pada warga yang terdampak bencana gempa bumi," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa jatim lumajang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top