Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cabai Rawit dan Telur Ayam Jadi Penyumbang Inflasi Jatim pada Desember

Tren inflasi Jatim sepanjang Januari - Desember 2020 yakni 1,44 persen yang disebabkan oleh kenaikan harga komoditas emas/perhiasan yang mencapai 26,57 persen, tukang bukan mandor naik 7,14 persen, mobil naik 3,22 persen, serta kenaikan harga rokok kretek filter 5,74 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  16:12 WIB
Ilustrasi. - Antara/Yusuf Nugroho
Ilustrasi. - Antara/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis tren inflasi Jatim pada Desember 2020 mencapai 0,46 persen yang disebabkan oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, telur ayam ras serta tarif angkutan Udara.

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan pada Desember yang terdapat momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) itu terjadi kenaikan sejumlah harga komoditas terutama bahan pokok makanan yakni cabe rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, tomat, ikan tongkol yang diawetkan, dan disusul tarif pesawat dan kereta api lantaran adanya momen libur panjang akhir tahun.

“Namun 3 komoditas yang punya andil besar dalam inflasi Jatim Desember kemarin adalah cabe rawit yang harganya naik 51,58 persen, telur yam ras naik 10,19 persen, dan angkutan udara tarifnya naik 6,61 persen,” jelasnya dalam paparan Berita Resmi Statistik (BRS) Jatim secara virtual, Senin (4/1/2021).

Sementara, tren inflasi Jatim sepanjang Januari - Desember 2020 yakni 1,44 persen yang disebabkan oleh kenaikan harga komoditas emas/perhiasan yang mencapai 26,57 persen, tukang bukan mandor naik 7,14 persen, mobil naik 3,22 persen, serta kenaikan harga rokok kretek filter 5,74 persen.

“Sedangkan komoditas yang menghambat laju inflasi atau disebut deflasi sepanjang 2020 itu adalah bahan bakar minyak (BBM) -2,34 persen, angkutan udara -7,59 persen, bawang putih -10,79 persen, tarif listrik -0,48 persen, dan tarif kereta api -5,04 persen. Penurunan harga-harga komoditas tersebut ini juga berkaitan dengan kondisi pandemi,” imbuhnya.

Adapun dari 8 kota Indek Harga Konsumen (IHK) di Jatim, daerah yang mengalami inflasi tertinggi berada di Kabupaten Sumenep 0,71 persen, sedangkan inflasi terendah ada di Kota Kediri 0,28 persen.

“Dan tren Desember ini, semua kota IHK yakni Jember, Banyuwangi, Sumenep, Kediri, Malang, Probolinggo, Madiun dan Surabaya mengalami inflasi, jadi tidak ada yang deflasi,” imbuh Dadang.

Hanya saja, inflasi Jatim pada 2020 merupakan inflasi yang terendah dalam 3 tahun terakhir yakni inflasi pada tahun kalender 2018 mencapai 2,12 persen, pada 2019 inflasinya 2,86 persen dan pada 2020 hanya 1,44 persen.

“Begitu juga inflasi khusus Desember saja, trennya lebih rendah dalam 3 tahun terakhir ini, yakni pada 2018 inflasinya mencapai 0,60 persen, pada 2019 mencapai 0,53 persen, dan pada 2020 hanya 0,46 persen,” imbuh Dadang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim harga cabai sembako

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top