Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lonjakan Corona di Jember Munculkan Klaster Baru, Sehari Bertambah 107 Kasus

Seorang dosen dari Fakultas Ilmu Budaya dan satu karyawan Universitas Jember meninggal dunia pada Selasa (17/11) malam, setelah terkonfirmasi positif Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 November 2020  |  09:59 WIB
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Pusat Universitas Jember, Jawa Timur, Kamis (19/11/2020). - Antara/Humas Unej.
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Pusat Universitas Jember, Jawa Timur, Kamis (19/11/2020). - Antara/Humas Unej.

Bisnis.com, JEMBER - Universitas Jember (Unej) menjadi klaster baru penularan Covid-19 di perguruan tinggi negeri (PTN) Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan jumlah 17 orang terkonfirmasi positif Covid-19, baik dosen maupun karyawan kampus setempat selama November 2020.

"Hingga saat ini sudah tercatat lebih dari 350 orang yang telah ditelusuri dan 17 orang terkonfirmasi positif, serta dua orang meninggal dunia," kata Ketua Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana Corona Virus Desease (TTDKB) Covid-19 Universitas Jember dr Cholis Abrory dalam rilis yang diterima Antara di Kabupaten Jember, Kamis (20/11/2020).

Seorang dosen dari Fakultas Ilmu Budaya dan satu karyawan Universitas Jember meninggal dunia pada Selasa (17/11) malam, setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami melakukan 'tracing' terhadap para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Unej yang pernah berhubungan secara langsung dengan yang terkonfirmasi positif Covid-19," katanya.

Dalam penelusuran itu pihaknya menganalisis keadaan masing-masing civitas dan menentukan penatalaksanaan lanjutan yang tepat bagi masing - masing civitas.

"Pada kluster besar kami melakukan skrinning cepat dengan melakukan pemeriksaan pemeriksaan rapid SARS COV2 dari hasil tes cepat yang reaktif. Mereka yang berkontak erat dengan pasien terkonfirmasi dilakukan pemeriksaan swab-RT PCR SARS COV2," katanya.

Ia mengatakan di beberapa unit kerja juga dilakukan tracing terarah dengan melakukan pemeriksaan swab-RT PCR SARS COV2 pada civitas dengan kontak erat yang dengan disertai atau tanpa gejala.

"Sampai dengan saat ini sudah lebih dari 350 orang yang telah ditelusuri dan 17 orang terkonfirmasi positif, serta dua orang meninggal dunia," ujarnya.

Menurutnya TTDKB Covid-19 Unej juga melakukan pendampingan bagi warga kampus setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19 ataupun yang membutuhkan pendampingan untuk pencegahan.

"Kami melakukan telemedicine bagi mereka yang membutuhkan konsultasi kesehatan khususnya bagi semua civitas akademika Unej, utamanya mereka yang sudah terkonfirmasi positif," katanya.

Selain itu, pihaknya juga selalu terbuka untuk memberikan saran dan pendampingan bagi civitas akademika di Unej terkait dengan upaya pencegahan penularan Covid-19.

"Kami beruntung bahwa saat ini civitas akademika di Unej dengan sadar selalu melibatkan kami dalam pelaksanaan berbagai acara yang bersifat luring, sehingga kami dampingi betul agar pelaksanaannya tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.

TTDKB Covid-19 selalu memperhatikan unsur VDJ (ventilasi, durasi dan jarak) dan 3 M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan) antar-pesertanya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kampus Unej, demikian Cholis Abrory.

Merujuk data Pemprov Jawa Timur per Kamis (19/11/2020), ada penambahan 425 kasus baru sehingga kumulatif 57.662 kasus positif. Sedangkan pasien sembuh 219 orang, sehingga kumulatif 51.120 orang. Dirawat 2.458 orang. Meninggal 4.084 orang bertambah 16 orang.

Dari total 38 kab/kota di Jatim, penambahan kasus baru terbanyak berasal dari Jember, dengan 107 kasus baru. Sehingga kumulatif ada 1.824 kasus terkonfirmasi Covid-19. Pasien sembuh bertambah 14 orang sehingga kumulatif 1.415 orang. Meninggal bertambah 2 orang sehingga kumulatif 68 orang.

Sehari sebelumnya atau Rabu (18/11/2020), kasus Covid-19 di Jember bertambah 60 orang. Sedangkan Selasa (17/11/2020), kasus konfirmasi corona di Jember bertambah 33 orang.

Data Pemprov Jatim terbaru menempatkan Jember pada posisi keenam daerah dengan kasus Corona tinggi. Urutan posisinya Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Banyuwangi, Kota Malang dan Jember.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim jember

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top