Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsumsi Rumah Tangga dan Pilkada akan Mengakselerasi Ekonomi Jatim

Pergerakan ekonomi dari pengeluaran pemerintah juga akan didorong oleh berbagai program bansos yang diperpanjang sampai akhir tahun.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  16:55 WIB
Ilustrasi. - Antara/Ampelsa
Ilustrasi. - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, SURABAYA – Perekonomian Provinsi Jawa Timur pada kuartal terakhir tahun ini diperkirakan masih akan lebih baik dibandingkan kuartal III karena didorong oleh pertumbuhan sejumlah sektor pengeluaran seperti konsumsi rumah tangga (RT) dan pilkada.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jatim, Difi Ahmad Johansyah mengatakan dari sisi pengeluaran sudah terlihat ada kenaikan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, ekspor luar negeri maupun domestik, termasuk adanya pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.

“Penyelenggaraan pilkada di 19 kota/kabupaten di Jatim ini diperkirakan turut mengakselerasi konsumsi pemerintah dan konsumsi LNPRT di kuartal ini, meski memang tetap harus mengedepankan protokol kesehatan selama pelaksanaan pilkada,” katanya, Senin (12/10/2020).

Selain itu, lanjutnya, pergerakan ekonomi dari pengeluaran pemerintah juga akan didorong oleh berbagai program bansos yang diperpanjang sampai akhir tahun.

Begitu juga dengan konsumsi rumah tangga yang diperkirakan ada kenaikan pada momen Natal dan Tahun Baru, serta adanya pembukaan pusat-pusat perbelanjaan dan pariwisata di Jatim sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan aktivitas.

“Program Lumbung Pangan Jatim yang diperpanjang implementasinya juga turut mengakselerasi konsumsi. Selain itu ada rencana belajar tatap muka di zona risiko rendah yang akan berpotensi meningkatkan penjualan kebutuhan sekolah seperti seragam dan alat tulis,” jelasnya.

Berdasarkan data BPS Jatim, kontribusi konsumsi rumah tangga terus mengalami peningkatan yakni pada akhir tahun lalu 58,7 persen, dan pada kuartal I/2020 menjadi 60,4 persen. Namun setelah dihantam pandemi, konsumsi rumah tangga terkontraksi 4,47 persen (yoy) atau 4,82 persen (qtq). Kondisi itu pun menyebabkan pertumbuhan ekonomi Jatim pada kuartal II/2020 terkontraksi 5,9 persen.

Laporan perekonomian Jatim oleh BI juga menyebutkan, kinerja ekspor luar negeri menunjukan tren positif sejalan dengan kembali normalnya aktivitas ekonomi global, terutama kenaikan ekspor ditopang industri pengolahan dengan pasar utama ke China.

Kondisi bergeraknya industri pengolahan ini juga akan memicu peningkatan impor dari kelompok bahan baku, mengingat 90 persen bahan baku industri Jatim berasal dari luar.

“Investasi dari sektor pembangunan infrastruktur juga akan ikut mendorong, terutama pembangunan yang sempat tertunda di awal pandemi,” imbuhnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan pemerintah bersama pengusaha sejauh ini telah berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian Jatim terutama dalam bertahan dari serangan pandemi.

“Pandemi membuat angka pengangguran meningkat, dan angka kemiskinan naik 0,89 persen menjadi 11,09 persen. Atas kondisi itu Pemprov Jatim telah berupaya merekonsiliasi agar setiap program jaring pengaman sosial dapat tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Pemprov Jatim juga terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang saat 2018 hanya 70,77 lalu 2019 menjadi 71,50 melalui kegiatan peningkatan SDM seperti pendidikan vokasi sistem ganda di SMK di Jatim.

“Dari Kadin sendiri juga melakukan kerja sama dengan IHK Trier Jerman untuk memberi program pelatihan kerja, dan kerja sama dengan PUM Netherland untuk peningkatan produktivitas sektor agro mulai dari on farm hingga off farm,” imbuhnya.

Kadin berharap di HUT Jatim ke 75, sinergi antara pengusaha dan pemerintah harus terus dikuatkan agar setiap hambatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dapat diselesaikan bersama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim konsumsi rumah tangga
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top