Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Pertunjukan di Jatim Dinilai Masih Berisiko

Masyarakat bisa menggangap tidak ada risiko ketika ada pelonggaran.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  14:21 WIB
Konser musik dine-in digelar untuk menghibur masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). - @madslanger
Konser musik dine-in digelar untuk menghibur masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). - @madslanger

Bisnis.com, SURABAYA - Upaya mendongkrak sektor pariwisata dari kategori pertunjukan di Jawa Timur dinilai masih sangat berisiko untuk dilakukan terutama di Surabaya mengingat kasus Covid-19 masih tinggi.

Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga Imron Mawardi mengatakan kategori pertunjukan saat ini memang belum waktunya terutama di daerah dengan zona merah dan orange karena sebuah pertunjukan mengarah pada satu titik yang bisa menimbulkan kerumunan.

"Kategori pertunjukan memang belum waktunya apalagi di Surabaya. Logikanya, untuk urusan yang lebih penting dari itu seperti sekolah saja masih tarik ulur, padahal jauh lebih urgent dari pertunjukan," jelasnya kepada Bisnis, Minggu (30/8/2020).

Namun, lanjutnya, untuk pariwisata di alam terbuka seperti Gunung Bromo atau pantai masih sangat memungkinkan dalam melaksanakan social distancing karena ada area yang sangat luas.

Menurutnya, belum tepatnya wisata pertunjukan dibuka bukan hanya soal risiko penyebaran virus, tetapi juga lebih kepada pesan yang timbul di masyarakat, yakni masyarakat bisa menggangap tidak ada risiko ketika ada pelonggaran.

"Dampak mulitplayer nya, kalau diberi kelonggran bisa dianggap sekarang sudah saatnya tidak terkekang, dan itu lebih bahaya. Ada peringatan World Bank, September adalah puncak pandemi di Asia Tenggara, ini perlu diantisipasi. Kalau dilonggarkan nanti dampaknya akan semakin lama," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top