Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menilik Strategi Gudang Garam (GGRM) di Era Pandemi

Total volume penjualan Gudang Garam sendiri pada semester I/2020 juga mengalami penurunan 8,8 persen menjadi 42,5 miliar batang.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  21:13 WIB
Warga melintas di depan kantor pusat pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/8). - Antara/Prasetia Fauzani
Warga melintas di depan kantor pusat pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/8). - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, SURABAYA - PT Gudang Garam Tbk. tahun ini hanya akan memastikan kualitas dan ketersediaan produk di pasar tetap terjaga termasuk mempertahankan posisi keuangan yang sehat di saat kondisi masih pandemi Covid-19.

Direktur Gudang Garam, Heru Budiman mengatakan langkah tersebut diambil perseroan lantaran di penghujung tahun lalu Gudang Garam telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya penurunan volume penjualan akibat kenaikan tarif cukai atau harga eceran tertinggi (HET) 2020.

"Kemudian ada pandemi yang tantangannya menjadi semakin berat karena daya beli masyarakat tertekan. Jadi kami tahun ini terus bersiaga dan memantau perkrmbangan situasi serta fokus pada kualitas dan pasokan," jelasnya dalam Paparan Publik melalui meeting Zoom BEI Jatim, Senin (24/8/2020).

Berdasarkan riset pasar Nielsen, melemahnya permintaan rokok terus berlangsung dengan adanya penurunan volume penjualan industri secara keseluruhan sebesar 12,8 persen menjadi 110,4 miliar batang.

Volume penjualan sigaret kretek mesin full flavor (SKM FF) turun 7,2 persen menjadu 54,6 miliar batang dan masih merupakan segmen terbesar yang mencakup 49,5 persen pangsa pasar.

Volume penjualan sigaret kretek mesin rendah nikotin (SKM NLT) turun 23,1 persen menjadi 30,4 miliar batang. Sedangkan volume sigaret kretek tangan (SKT) turun 5,1 persen menjadi 20,3 miliar batang.

Sementara untuk kategori terkecil, yakni non kretek atau rokok putih (SPM) volume penjualannya turun 25,9 persen menjadi 5 miliar batang.

Heru mengatakan total volume penjualan Gudang Garam sendiri pada semester I/2020 juga mengalami penurunan 8,8 persen menjadi 42,5 miliar batang. Kategori SKM FF turun 6,6 persen menjadi 35,8 miliar batang, dan LTN mengalami penurunan 45,6 persen menjadi 2,3 miliar batang.

"Sedangkan SKT merupakan satu-satunya segmen yang mencatatkan pertumbuhan 7,5 persen yakni menjadi 4,5 miliar batang," ujarnya.

Adapun pertumbuhan pendapatan perseroan pada periode semester I ini naik 1,7 persen atau mencapai Rp53,7 triliun. Peningkatan pendapatan ini lebih disebabkan oleh adanya kenaikan harga dan penurunan volume.

Sementara marjin laba bruto turun dari 18,9 persen menjadi 16,1 persen akibat kenaikan beban cukai sebesar 6,7 persen menjadi Rp35,8 triliun.

"Beban cukai mencapai 79,5 persen dari total biaya pokok penjualan pada semester I/2020 dibandingkan semester I/2019 yang hanya 78,4 persen," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok gudang garam
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top