Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sunrise Steel Produksi Baja Ringan Bermerek Krakatau Steel

Sebagian besar bahan baku yang diolah disuplai oleh Krakatau Steel yang merupakan produk setengah jadi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  15:10 WIB
Presiden Direktur Sunrise Steel, Henry Setiawan (tengah) saat prosesi pelepasan pengiriman perdana baja ringan Krakatau Steel sebanyak 20 ton di Pabrik Kepuh Kencana Arum, Mojokerto, Senin (20/7/2020). - Bisnis/Peni Widarti
Presiden Direktur Sunrise Steel, Henry Setiawan (tengah) saat prosesi pelepasan pengiriman perdana baja ringan Krakatau Steel sebanyak 20 ton di Pabrik Kepuh Kencana Arum, Mojokerto, Senin (20/7/2020). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, MOJOKERTO - PT Sunrise Steel melalui anak usahanya PT Kepuh Kencana Arum mulai memproduksi baja ringan dengan brand Krakatau Steel sebagai salah satu strategi meningkatkan utilitas dan pasar produk hilir.

Presiden Direktur Sunrise Steel, Henry Setiawan mengatakan selama ini sebagian besar bahan baku yang diolah oleh Kepuh Kencana Arum disuplai oleh Krakatau Steel yang merupakan produk setengah jadi. Melalui kerja sama Sunrise dengan KS tersebut diharapkan bisa semakin mendekatkan diri dengan masyarakat secara langsung.

"KS ingin mendekatkan diri dengan masyarakat dan produknya bisa dikonsumsi langsung oleh masyarakat lebih luas. Semangat ini kami respon selaku pelanggan KS yang lebih dari satu dasawarsa," jelasanya saat Pengiriman Perdana Produk Baja Ringan Merek KS, Senin (20/7/2020).

Dia menjelaskan produk atap/rangka baja ringan yang diproduksi Kepuh Kencana Arum selama ini memang menyasar pasar hilir dalam negeri seperti proyek rumah-rumah masyarakat, dan juga pabrik-pabrik.

"Saya yakin atap baja ringan Kepuh Kencana maupun dengan merek Krakatau Steel punya pasar/pelanggan sendiri-sendiri. Namun dalam pemasaran produk KS, selain dari pihak mereka, produk ini juga ikut dipasarkan oleh sister company kami untuk memasarkannya karena kami punya jalur distribusi," jelasnya.

Dia mengatakan untuk tahap pertama pengiriman baja ringan hasil produksi Kepuh Kencana Arum dengan merek KS itu dilakukan sebanyak 20 ton. Produk tersebut dikirim ke pasar wilayah Jawa Tengah.

"Jika dalam beberapa bulan ada peningkatan pasar, tentu kapasitas Kepuh Kencana Arum untuk memproduksi terus produk KS masih sangat mampu," ujarnya.

Henry menambahkan akhir-akhir ini memang banyak industri baja ringan yang tumbuh di pasar. Hanya saja, para produsen banyak yang belum memperhatikan standar produk yang sesuai SNI.

"Nah kami berharap produk baja lapis seng (BJLS) ini jadi referensi di pasar bagi para produsen lain untuk memiliki semangat membuat produk ber-SNI karena produk baja ringan ini adalah struktural terhadap suatu bangunan jadi harus ada standar aman bagi penggunanya, dan keselamatan harus dilindungi," ujarnya.

Selain itu, industri baja juga meminta agar pemerintah untuk turut mendorong penerapan SNI dengan baik dan tertib secara menyeluruh terhadap baja yang beredar di masyarakat.

Direktur Pengembangan Usaha Krakatau Steel, Melati Sarnita mengatakan perseroan saat ini memang gencar mengembangkan produk hilir, salah satunya dengan menggandeng Sunrise Steel untuk memproduksi baja hilir berupa baja ringan.

"Kerja sama ini merupakan perjalanan panjang antar kedua perusahaan yang sudah terjalin lama dan Sunrise grup selama ini komitmen mengkonsumsi bahan baku dari kita. Kami berharap kerja sama ini juga bisa meningkatkan utilitas pabrik baik dari KS maupun Sunrise," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri baja krakatau steel sunrise steel
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top