Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Corona Momen Pas Pengembang Ekspansi Proyek

Kalangan pengembang dinilai perlu memanfaatkan kondisi masa wabah corona untuk ekspansi proyek properti karena harga lahan yang masih murah dibandingkan dengan ketika nanti pandemi berlalu.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  19:43 WIB
Ketua DPD Apersi Jawa Timur Makhrus Sholeh./Bisnis - Choirul Anam
Ketua DPD Apersi Jawa Timur Makhrus Sholeh./Bisnis - Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG – Berinvestasi di sektor properti dengan membuka proyek baru pada masa transisi kenormalan baru justru momentumnya pas dan lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan saat wabah tersebut mereda.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur mengatakan pada masa pandemi bahkan memasuki transisi kenormalan baru harga lahan justru turun. Dia menyebutkan contoh di Kabupaten Malang, harga tanah rata-rata turun 10 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi.

“Oleh karena itulah, pada era transisi justru saat yang tepat bagi pengembang untuk berekspansi membuka proyek baru,” ujarnya di Malang pada Senin (6/7/2020).

Membuka proyek baru justru langkah yang tepat untuk mengantisipasi saat permintaan naik bersamaan dengan meredanya pandemi Covid-19 yang ditandai dengan menggeliatnya sektor riil.

Oleh sebab itu, lanjutnya, melakukan ekspansi pada masa menjelang kenormalan baru, justru menguntungkan bagi pengembang.

Pada masa awal pandemi, dia mengakui bahwa pasar properti di Jatim, termasuk di Malang, mengalami penurunan karena masyarakat lebih terkonsentrasi pada  Covid-19. Pasar hanya tersisa 40 persen.

Namun, pada pertengahan Juni saat memasuki transisi kenormalan baru, pasar properti mulai menggeliat terutama untuk pasar rumah bersubsidi dan rumah menengah. “Sudah meningkat menjadi sekitar 70 persen dari kondisi normal.”

Kabar yang juga menggembirakan, tuturnya, kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terbuka lebar karena ada tambahan dana dari pemerintah, sehingga pengembang tidak kesulitan untuk mengaksesnya.

Namun, dengan meredanya Covid, dia optimistis permintaan rumah akan naik lagi, terutama hunian bersubsidi dan menengah.

Dari sisi pembiayaan, dia yakin juga tidak masalah. Bank-bank tetap menyalurkan kredit asalkan calon debitur tidak ada kreditnya yang diikutkan program restrukturisasi, apalagi tidak lancar angsurannya.

Untuk pengembangan properti, terutama proyek perumahan, tuturnya, yang potensial ada di Kabupaten Malang. Hal itu terjadi karena di daerah tersebut masih banyak lahan yang bisa dibangun untuk proyek properti seperti di Bululawang, Tajinan, Karangploso, Wagir, Pakis, Pakisaji, Singosari, dan Lawang.

“Sebenarnya yang paling potensial [dari sisi pasar] dibangun proyek perumahan di Kota Malang, tetapi membangun proyek di sana jelas tidak mungkin karena lahannya sudah sulit didapat,” ujarnya.

Yang juga potensial dibangun, menrutnya, adalah hotel bintang tiga di Kepanjen. Saat ini hotel berbintang baru satu yang sedang dibangun di ibu kota Kabupaten Malang tersebut yakni hotel bintang empat, Grand Miami.

Keberadaan hotel di Kepanjen dan sekitarnya penting, ucapnya, karena untuk mendukung objek wisata pantai di kawasan pantai selatan yang jumlahnya banyak. Untuk mengeksplorasi pantai-pantai di kawasan pantai di Kabupaten Malang, wisatawan memerlukan waktu lebih dari sehari.

Begitu juga dengan restoran. Jumlah restoran juga masih kurang untuk mendukung keberadaan objek-objek wisata di Kabupaten Malang.

Bupati Malang Sanusi menegaskan Pemkab akan mempermudah izin investasi yang masuk ke daerah tersebut, terutama untuk mendukung pengembang sektor pariwisata. Kemudahan itu itu berupa kecepatan penerbitannya maupun biayanya.

“Kami akan mempermudah izin yang masuk,” ujarnya dalam Dialog DPD Apersi Jatim-Pemkab Malang terkait Investasi di Kabupaten Malang pada Jumat (3/7/2020) malam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top