Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kendalikan Covid-19, Pemkot Malang Lakukan Pemetaan Wilayah

Pemkot Malang melakukan pemetaan wilayah untuk dapat mengendalikan kasus Covid-19 sehingga kota tersebut masuk dalam zona hijau.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  17:15 WIB
Wastafel portable telah dipasang di pasar tradisional di Kota Malang. Foto: Diskopindag Kota Malang
Wastafel portable telah dipasang di pasar tradisional di Kota Malang. Foto: Diskopindag Kota Malang

Bisnis.com, MALANG - Pemkot Malang melakukan pemetaan wilayah untuk dapat mengendalikan kasus Covid-19 sehingga kota tersebut masuk dalam zona hijau.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan pemda setempat terus melakukan sosialisasi yang intensif terus untuk menekan penyebaran virus Covid-19 dan mengembalikan Kota Malang menjadi zona hijau.

"Saya yakin semuanya rindu dan berkeinginan untuk bisa beraktifitas kembali. Salah satunya sektor pendidikan dan pariwisata. Karena begitu 2 (dua) sektor ini kembali bergerak, maka multiplier effect akan muncul dari sana,” katanya di sela-sela monitoring penguatan tracing dan tracking Covid-19 Wilayah Kerja Puskesmas Bareng bertempat di Kelurahan Sukoharjo dan Wilayah Kerja Puskesmas Janti bertempat di Aula Kelurahan Bandungrejosari, Kamis (2/7/2020).

Simpul simpul ekonomi pasti dan otomatis akan ikut bergerak jika dua sektor ekonomi itu kembali beraktivitas. Namun itu bisa terjadi bila kita semua mampu memenuhi syarat, yakni menjadikan kota Malang menjadi zona hijau.

Untuk mampu menjadi zona hijau, maka sangat bergantung kepada kedisiplinan dan kesungguhan semua untuk membendung perebakan Covid -9, melalui disiplin memakai masker, disiplin cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, melakukan physical distancing serta mengikuti arahan dan panduan yang diberikan pemerintah.

“Yang tidak kalah penting, lakukan mapping area sebagai bahan pengendalian kasus,” ucapnya.

Menurut dia, hasil survei nasional menyimpulkan bahwa mereka yang rawan terpapar komposisinya sama (dari sisi gender), yakni 50 % laki-laki dan 50 % perempuan. Mengacu data provinsi, dari sisi usia yang terpapar terbanyak secara prosentase di usia 40 - 49 tahun (23 %). Posisi prosentase terbesar ke 2 di usia 50 - 50 tahun (22 %).

Kedua wilayah kerja Puskesmas Bareng dan Puskesmas Janti, kata dia, sudah mempunyai pasien terkonfirmasi positif covid-19. Pada puskesmas Bareng yang memiliki wilayah kerja meliputi kelurahan Sukoharjo, kelurahan Bareng, kelurahan Kasin dan kelurahan Gading Kasri tercatat total kasus konfirm positif covid-19 sebanyak 8 kasus dan PDP-nya sebanyak 21 orang.

Sementara itu untuk puskesmas Janti yang memiliki wilayah kerja meliputi kelurahan bandungrejosari, kelurahan Sukun dan kelurahan Tanjungrejo tercatat total kasus konfirm positif covid-19 sebanyak 7 kasus dan PDP-nya sebanyak 42 orang.

"Saya titip untuk terus memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya tertib menggunakan masker. Selalu waspada, nggak boleh lengah dan tetap jaga kesehatan tubuh, meskipun 2 positif yang di Sukoharjo ini sudah sembuh," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota malang covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top