Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proses Giling Tebu PTPN XI Sudah 15 Persen

Terjadi kendala kekurangan pasokan bahan baku tebu sehingga ada kompetisi dalam perolehan bahan baku antar industri gula.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  05:46 WIB
Ilustrasi. Lori pengangkut tebu antre di pabrik gula.
Ilustrasi. Lori pengangkut tebu antre di pabrik gula.

Bisnis.com, SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI telah merealisasikan 15 persen proses giling tebu atau sebanyak 646.000 ton dari target giling tahun ini.

Direktur PTPN XI, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan perseroan telah memulai proses giling perdana pada minggu awal Juni 2020 sesuai dengan kesepakatan bersama pelaku industri gula Jatim yang difasilitasi oleh Dinas Perkebunan Jatim.

"Kesepakatan bersama sebelumnya ini terkait penentuan awal giling, serta hasil analisa kemasakan tebu," katanya, Selasa (30/6/2020).

Dia menjelaskan bahwa gula produksi 2020 telah dilakukan beberapa kali pelelangan dengan harga pada lelang terakhir pada kisaran Rp10.300/kg. Namun saat ini terjadi kendala kekurangan pasokan bahan baku tebu sehingga ada kompetisi dalam perolehan bahan baku antar industri gula.

"Hal ini sangat disayangkan karena pola kemitraan dan pembinaan yang selama ini terjalin antar pabrik gula dengan petani, telah berubah mengarah kepada transaksional," katanya.

Menurutnya, saat ini pola pengiriman bahan baku tebu ke pabrik berubah yakni tebu yang ditebang dan dikirim ke pabrik gula yang berani membayar tinggi lebih tinggi, tanpa memperhitungkan tingkat kemasakan, area binaan serta jarak lahan tebang ke pabrik gula tujuan.

"Hal ini menjadikan kondisi kurang optimal, mengingat tebang belum pada waktunya, jarak tempuh untuk transportasi tebu dari lahan tebang ke pabrik gula yang terlalu jauh menyebabkan turunnya kualitas tebu saat digiling dan pada akhirnya menurunkan produktivitas perolehan produk gula kristal putih," jelasnya Dwi.

Di samping itu, tambahnya, adanya penambahan kapasitas pabrik dari upaya revitaliasasi termasuk berdirinya pabrik baru membuat kebutuhan bahan baku semakin meningkat.

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian dari para pengambil kebijakan serta pemangku kepentingan," katanya.

Meski begitu, PTPN XI sendiri berupaya untuk meningkatkan produksi tanaman tebu melalui kerja sama dengan Perhutani lewat program Agroforestry dan melakukan sewa lahan petani.

"Pembinaan dan kemitraan dengan petani untuk menarik minat petani agar tetap menanam tebu juga menjadi perhatian kami," imbuhnya.

Adapun dalam proyeksi giling tebu tahun ini, perseroan menargetkan tingkat rendemen 7,9 persen. Tahun lalu, realisasi rendemen PTPN XI yakni 7,9 persen.

Sedangkan proyeksi tebu yang akan digiling tahun ini adalah 4 juta ton tebu dengan menghasilkan gula 300.000 ton. Jumalh tebu giling itu naik dibandingkan realisasi giling 2019 yakni 3,6 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula ptpn xi
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top