Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Corona Jatim Tembus 11.178, Rumah Orangtua Mahfud MD di Pamekasan Ditutup

Tambahan kasus di Jawa Timur itu di atas kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 2013.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  18:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD memaparkan materi pada acara Bincang Seru Mahfud di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Bisnis - Rachman
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mohammad Mahfud MD memaparkan materi pada acara Bincang Seru Mahfud di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2019). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus virus corona penyebab Covid-19 di Provinsi Jawa Timur (Jatim) bertambah 277 orang pada Sabtu (27/6/2020).

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, penambahan kasus di Jawa Timur itu di atas kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 203.

Dengan penambahan 277 kasus baru Covid-19, maka total kasus Covid-19 di Jatim 11.178. Adapun pasien Covid-19 yang sembuh di Jatim bertambah 190 orang, maka total pasien sembuh menjadi 3.619 orang, dan pasien meninggal bertambh 17 orang  menjadi 813 orang.

Sementara itu, dikutip dari Antara, rumah orangtua Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ditutup akibat merebaknya kasus  virus corona.

"Rumah orangtua saya ini di sini, di Kelurahan Bugih, sekarang ditutup, karena ada tetangga yang positif Covid-19," kata Mahfud dalam acara silaturahim dengan pemkab dan tokoh masyarakat di Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (26/6/2020) malam.

Orangtua Mahfud MD tinggal sementara di tempat lain yang lebih aman atas permintaan dari tim medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pamekasan.

Mahfud MD yang juga mantan Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini menjelaskan bahwa Covid-19 menjadi perhatian pemerintah karena penularannya sangat cepat.

Sebenarnya, jika dibanding dengan jumlah kematian kasus lain seperti kanker dan demam berdarah dengue (DBD), lanjut Mahfud MD, warga yang meninggal akibat virus corona ini lebih sedikit. Namun, karena penularannya sangat cepat, kasus corona ini mendapatkan perhatian serius pemerintah.

"Covid-19 ini bukan rekayasa, tapi nyata," ujar Mahfud MD.

Virus corona jenis baru menyerang semua lapisan masyarakat, baik muslim maupun nonmuslim. Di Iran, ribuan orang meninggal dunia akibat virus corona dan di Mekkah juga sama, termasuk di sejumlah negara barat lainnya.

Selalu menggunakan masker, sering cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir merupakan upaya yang harus dibiasakan untuk mencegah penyebaran Covid-19, selain selalu menjaga jarak fisik dengan orang lain.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top