Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kampus di Malang Wajib Terapkan Protokol Covid-19 saat UTBK

Pemkot Malang meminta perguruan tinggi di daerah tersebut untuk menerapkan protokol Covid-19 pada seleksi Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  05:30 WIB
Universitas Brawijaya Malang
Universitas Brawijaya Malang

Bisnis.com, MALANG - Pemkot Malang meminta perguruan tinggi di daerah tersebut untuk menerapkan protokol Covid-19 pada seleksi Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan tak lama lagi, di Kota Malang akan ada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui skema Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020. Karena itulah dia minta perguruan tinggi memperketat penerapan protokol Covid-19 saat pelaksanaan UTBK.

Imbauan itu diberikan karena masuknya peserta UTBK yang berasal dari luar Kota Malang dikhawatiran akan ada penyebaran Covid-19 yang bisa saja menimbulkan kluster baru.
"Ini mengharuskan gugus tugas di masing-masing universitas untuk tetap waspada, " katanya di Malang, Kamis (25/6/2020).

Untuk Kota Malang, kampus yang akan menjalankan UTBK, yakni Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang.

"Jika memang UTBK harus dilakukan secara tatap muka, maka masing-masing rektor diharapkan hanya mengutamakan wilayah Malang Raya saja, " ujarnya.

Seementara itu peserta dari luar luar Malang Raya mengikuti UTBK di domisilinya saja.
Terjadinya penumpukan massa, kata dia, harus segera di antisipasi karena dari pengalaman tes seleksi di tahun-tahun sebelumnya, setiap calon mahasiswa baru (Maba) akan melakukan survei lokasi sehari sebelumnya.

Selanjutnya, yang tak boleh disepelekan lagi di wilayah area kampus juga harus steril dari PKL (Pedagang Kaki Lima), mengingat pedagang biasanya akan bergerombol memasuki area universitas saat proses seleksi berlangsung.

"Saya minta betul-betul diperhatikan, meskipun kampusnya besar pasti nanti terjadi kerumunan. Tolong tidak ada PKL di area kampus, tolong disterilisasi. Ini tanggung jawab masing-masing satgas," ucapnya.

Rakor tersebut juga dihadiri oleh Kapolresta Malang Kota, Leonardus Simarmata; Dandim 0833 Kota Malang, Tommy Anderson; Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Wakil Walikota Malang, H. Sofyan Edi Jarwoko dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto, dan kalangan perguruan tinggi.

Berdasarkan data, untuk Universitas Brawijaya Malang akan melaksanakan UTBK dengan total peserta 19.000 calon mahasiswa. Rincinya, 90% wilayah Malang Raya dan Jawa Timur, 10% luar provinsi. Namun, yang menjadi skala prioritas untuk seleksi UTBK yakni di wilayah Malang Raya.

Proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilaksanalan pada 5-9 Juli 2020, tahap ke dua pada 20-26 Juli 2020. Tahap pertama khusus diprioritaskan bagi warga di Malang Raya sekitar 5.200 calon Maba.

Sementara itu, untuk Universitas Negeri Malang proses UTBK juga akan dilaksanakan dengan 2 tahap, namun waktunya lebih singkat, yakni tahap pertama di 5-7 Juli 2020 dan tahap ke dua pada 7-9 Juli 2020.

Tercatat ada 12.414 peserta yang sudah mendaftar. Dari jumlah tersebut, 45% dari wilayah Malang Raya, 45% lainnya dari Jawa Timur di luar Malang Raya, dan 10%-nya dari luar Jawa Timur.

Dalam pelaksanaannya untuk meminimalisasi kerumunan massa dan agar penerapan physical distancing bisa dijalankan, Universitas Negeri Malang akan menggandeng 3 universitas lainnya untuk UTBK, yakni UNMER (Universitas Merdeka Malang), UNISMA (Universitas Islam Malang), dan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang).

"Semua peserta akan kami pecah ke 4 universitas dengan di UM. Jadi per hari kira-kira ada 1.300 calon Maba yang dipecah di 4 kampus sehingga tiap perguruan tinggi ada 400 calon Maba, dan proses seleksi akan berlangsung lebih cepat," ungkap Wakil Rektor I UM, Budi Eko Soetjipto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota malang sbmptn UTBK covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top